Jangan Longgarkan Remisi, Koruptor Bisa Membeli Hukum - Kompas.com

Jangan Longgarkan Remisi, Koruptor Bisa Membeli Hukum

Kompas.com - 17/03/2015, 07:34 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Yudi Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberian remisi dan pembebasan bersyarat kepada terpidana korupsi dinilai tidak akan memberikan efek jera. Langkah ini dianggap bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi. (Baca: Pemerintah Diingatkan Tak Obral Remisi untuk Koruptor)

"Karena korupsi suatu kejahatan yang luar biasa yang memerlukan penanganan luar biasa. Oleh karena itu, harus ada perlakuan berbeda untuk timbulkan efek jera. Kalau hanya perbuatan biasa ya tentu tidak ada efek jeranya," kata pengamat politik Yudi Latief, di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Apa lagi, menurut Yudi, pelaku tindak pidana korupsi adalah orang yang cenderung mempermainkan hukum. Mereka, sebut Yudi, bisa membeli hukum sehingga terbuka kemungkinan pemberian remisi juga bisa dibeli. (Baca: "Koruptor Seharusnya Dihukum Mati, Bukan Diberi Remisi")

"Koruptor bisa membeli hukum, maka orang berpikir ke depan kalau ada remisi, dia bisa suap ini, suap itu, sehingga lamanya di tahanan bisa lebih cepat. Dampaknya kan begitu sehingga memang tidak memiliki basis yang kuat," kata Yudi.

Ia juga menilai, pemiskinan koruptor perlu dilakukan. Selama ini, menurut Yudi, nilai uang yang dikorupsi lebih besar dibandingkan uang yang bisa dikembalikan Komisi Pemberantasan Korupsi dari proses penanganan kasus korupsi. (Baca: Menkumham: KPK Harusnya "Gentle", Jangan Tembak dari Belakang soal Remisi)

Yudi juga berharap Presiden Joko Widodo bisa menghidupkan kembali kewibawaan KPK sebagai lembaga yang selama ini dipercaya masyarakat dalam memberantas korupsi.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yanonna Laoly mewacanakan untuk melonggarkan syarat pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi. Ia menilai, terpidana korupsi punya hak yang sama dengan terpidana kasus lain.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Megapolitan
Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Nasional
Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Regional
Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Internasional
Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Nasional
Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Regional
Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Regional
JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

Nasional
KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

Regional
Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Internasional
Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Internasional
Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Regional
Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Internasional
Ma'ruf Amin: Januari Saya Akan Turun ke Daerah-daerah

Ma'ruf Amin: Januari Saya Akan Turun ke Daerah-daerah

Nasional

Close Ads X