Kontras: Koruptor Harus Dipastikan Hidup, Jangan Dihukum Mati

Kompas.com - 16/03/2015, 16:04 WIB
Ilustrasi KOMPAS/RIZA FATHONIIlustrasi
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
— Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan, tersangka korupsi sebaiknya tidak dihukum mati. Menurut dia, koruptor semestinya mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada masyarakat dan negara dalam keadaan hidup.

"Kalau koruptor dihukum mati, sudah, selesai. Harus dipastikan koruptor harus hidup untuk dipertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Haris di Kantor Kontras, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Menurut Haris, hukuman mati tidak lantas membuat pelaku kejahatan, termasuk koruptor, menjadi jera. Semestinya, kata dia, bukan hukuman mati yang diberikan kepada koruptor, melainkan pemberatan hukuman.

"Ada hukuman berat lain yang harusnya ditimpakan ke koruptor. Korupsi sekecil apa pun harus mengembalikan uang seutuhnya. Nyatanya sekarang penuntut hanya minta denda," kata Haris.

Oleh karena itu, Haris menentang niat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang ingin meringankan pemberian remisi bagi koruptor. Menurut dia, koruptor pantas didiskriminasi secara hukum atas perbuatannya.

"Penjahat korupsi memang harus didiskriminasi, bukannya dikasih kelegaan," kata Haris.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua Satgas Covid-19: Harusnya Kita Bisa Periksa 38.000 Orang Per Hari

Ketua Satgas Covid-19: Harusnya Kita Bisa Periksa 38.000 Orang Per Hari

Nasional
KPU: Calon Kepala Daerah Harus Mundur dari DPR/DPD/DPRD

KPU: Calon Kepala Daerah Harus Mundur dari DPR/DPD/DPRD

Nasional
Peneliti LIPI: Kasus Pendeta Yeremia Tak Bisa Diselesaikan dengan Santunan

Peneliti LIPI: Kasus Pendeta Yeremia Tak Bisa Diselesaikan dengan Santunan

Nasional
10 Strategi Pemerintah Tekan Angka Kematian Covid-19

10 Strategi Pemerintah Tekan Angka Kematian Covid-19

Nasional
Satgas: Kalau Kita Sendirian yang Patuh Protokol Kesehatan, Percuma...

Satgas: Kalau Kita Sendirian yang Patuh Protokol Kesehatan, Percuma...

Nasional
Akhiri Konflik Papua, Pemerintah Diminta Buka Dialog dan Rekonsiliasi

Akhiri Konflik Papua, Pemerintah Diminta Buka Dialog dan Rekonsiliasi

Nasional
102 Juta Orang akan Disuntik Vaksin Covid-19 Sepanjang 2021, Siapa Saja?

102 Juta Orang akan Disuntik Vaksin Covid-19 Sepanjang 2021, Siapa Saja?

Nasional
Satgas: Tersisa 3.750 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta

Satgas: Tersisa 3.750 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta

Nasional
Doni Monardo Sebut Sekitar 45 Juta Warga Indonesia Yakin Tak Akan Tertular Covid-19

Doni Monardo Sebut Sekitar 45 Juta Warga Indonesia Yakin Tak Akan Tertular Covid-19

Nasional
Ketua Baleg: Rapat Panja Rampung, RUU Cipta Kerja Masuk ke Tahap Tiga

Ketua Baleg: Rapat Panja Rampung, RUU Cipta Kerja Masuk ke Tahap Tiga

Nasional
Dilimpahkan ke Kejari Jaktim, Djoko Tjandra dkk Ditahan di Rutan Cipinang

Dilimpahkan ke Kejari Jaktim, Djoko Tjandra dkk Ditahan di Rutan Cipinang

Nasional
Pakar Hukum: Presiden Dapat Tunda Pilkada Tanpa Libatkan DPR dan KPU

Pakar Hukum: Presiden Dapat Tunda Pilkada Tanpa Libatkan DPR dan KPU

Nasional
LIPI Minta Pemerintah Hati-hati Usut Kasus Pembunuhan Pendeta di Papua

LIPI Minta Pemerintah Hati-hati Usut Kasus Pembunuhan Pendeta di Papua

Nasional
Polri Kerahkan 10 Anggota Tim Hadapi Sidang Gugatan Praperadilan Irjen Napoleon

Polri Kerahkan 10 Anggota Tim Hadapi Sidang Gugatan Praperadilan Irjen Napoleon

Nasional
Survei BPS: 17 Persen Responden Yakin Tak Akan Tertular Covid-19

Survei BPS: 17 Persen Responden Yakin Tak Akan Tertular Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X