Langkah Romahurmuziy dkk Laporkan Hakim PTUN ke KY Dianggap Berlebihan

Kompas.com - 27/02/2015, 18:07 WIB
Anggota Komisi III DPR Dimyati Natakusuma KOMPAS.com/Indra AkuntonoAnggota Komisi III DPR Dimyati Natakusuma
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz mengkritik rencana kubu Romahurmuziy yang akan melaporkan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Teguh Satya Bhakti ke Komisi Yudisial terkait putusan gugatan yang diajukan Suryadharma Ali dan kubu Djan Faridz. Hakim Teguh mengabulkan permohonan Djan Faridz dkk yang menggugurkan keabsahan kepengurusan DPP PPP kubu Romahurmuziy.

Menurut Dimyati, langkah itu berlebihan. Ia menilai, tidak ada alasan bagi kubu Romahurmuziy menuding hakim Teguh berpihak hanya karena menunjukkan emosi dengan menangis saat membacakan putusan.

"Itu terlalu naif, yang kami gugat kan SK Menkumham yang melanggar UU Parpol. Hakim itu menangis karena membaca firman Allah SWT, bukan karena berpihak," kata Dimyati, di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Sebelumnya diberitakan, kubu Romahurmuziy menyatakan akan melaporkan hakim Teguh Satya Bhakti ke KY karena sejumlah kejanggalan saat mengabulkan gugatan Suryadharma Ali dan kubu Djan Faridz. Hakim Teguh dianggap berpihak pada kubu Djan Faridz karena menangis saat membaca putusan.


Menurut Romahurmuziy, seharusnya hakim tidak menunjukkan suatu emosi saat membacakan putusan. Sehingga, tangisan hakim saat pembacaan putusan dicurigai ada keberpihakan terhadap salah satu kubu yang bersengketa.

Majelis Hakim PTUN mengabulkan gugatan yang dilayangkan oleh PPP kubu Djan Faridz pada pengesahan kepengurusan PPP hasil Muktamar VIII di Surabaya oleh Menteri Hukum dan HAM. Terkait putusan itu, kubu Romahurmuziy akan mengajukan banding karena melihat beberapa kejanggalan dalam putusan hakim.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X