Menteri Agama Minta Masukan Masyarakat soal RUU Perlindungan Umat Beragama - Kompas.com

Menteri Agama Minta Masukan Masyarakat soal RUU Perlindungan Umat Beragama

Kompas.com - 19/02/2015, 12:04 WIB
indra/kompas.com Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat berkunjung ke Harian Kompas


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Kementerian Agama sedang mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) mengenai perlindungan umat beragama. Lukman meminta masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait RUU tersebut.

"Kita siapkan RUU mengenai perlindungan umat beragama. Targetnya, April bisa kita sebar luaskan ke masyarakat, seperti tokoh agama dan pegiat hak asasi manusia, untuk dapat masukan," ujar Lukman saat ditemui dalam penutupan Mukernas I PPP di Hotel Bidakara, Kamis (19/2/2015).

Lukman mengatakan, regulasi mengenai perlindungan umat beragama merupakan hal yang penting saat ini. Hal itu karena Indonesia memiliki masyarakat yang heterogen dan majemuk sehingga harus ada cara pandang dan persepsi yang sama di antara umat beragama.

Ia mengatakan, permasalahan yang timbul saat ini misalnya mengenai pernyataan sikap atau ekspresi warga terhadap suatu kelompok agama atau kepercayaan tertentu. Menurut Lukman, beberapa masyarakat menganggap hal tersebut sebagai suatu penistaan agama. Namun, di sisi lain, ada yang menganggapnya sebagai suatu kewajaran.

"Maka, perlu ada regulasi yang jelas. Kalau tidak, akan terjadi konflik sosial. Penegak hukum juga butuh landasan hukum, mana yang melanggar hukum, mana yang dinilai sebagai kebebasan beragama," kata Lukman.


EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya

Kadisorda: Jakmania Sudah Menagih Stadion Sepak Bola

Kadisorda: Jakmania Sudah Menagih Stadion Sepak Bola

Megapolitan
Kompas.com Tersertifikasi dalam Jaringan Internasional Penguji Informasi

Kompas.com Tersertifikasi dalam Jaringan Internasional Penguji Informasi

Nasional
Terpeleset Saat Naik Motor, Dua Remaja Tewas Tertabrak Metro Mini di Koja

Terpeleset Saat Naik Motor, Dua Remaja Tewas Tertabrak Metro Mini di Koja

Megapolitan
Kasus 'Peluru Nyasar' di Gedung DPR RI dan Fakta-fakta di Baliknya...

Kasus "Peluru Nyasar" di Gedung DPR RI dan Fakta-fakta di Baliknya...

Megapolitan
KPK Pertimbangkan Tuntutan Maksimal terhadap Billy Sindoro

KPK Pertimbangkan Tuntutan Maksimal terhadap Billy Sindoro

Nasional
Aksi Cabul Kakek 80 Tahun ke Bocah 8 Tahun Diintip Rekan Korban

Aksi Cabul Kakek 80 Tahun ke Bocah 8 Tahun Diintip Rekan Korban

Regional
Ketika Prasetio Ingin Menjadi Ahok di DPRD DKI...

Ketika Prasetio Ingin Menjadi Ahok di DPRD DKI...

Megapolitan
Tol Bawen-Yogyakarta Ditolak, Ganjar Pranowo Minta Dewan Lakukan Riset Ulang

Tol Bawen-Yogyakarta Ditolak, Ganjar Pranowo Minta Dewan Lakukan Riset Ulang

Regional
Berkas Lengkap, Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor di Solo Segera Disidangkan

Berkas Lengkap, Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor di Solo Segera Disidangkan

Regional
Berita Populer: Bonus bagi Karyawan yang Tidur hingga Jurnalis Saudi

Berita Populer: Bonus bagi Karyawan yang Tidur hingga Jurnalis Saudi

Internasional
Usulan Dana Saksi Ditanggung APBN Dinilai Bentuk Inkonsistensi DPR

Usulan Dana Saksi Ditanggung APBN Dinilai Bentuk Inkonsistensi DPR

Nasional
Wanti-wanti Mendagri Setelah Ditangkapnya Bupati Bekasi

Wanti-wanti Mendagri Setelah Ditangkapnya Bupati Bekasi

Megapolitan
Caleg Demokrat Dilarang Pasang Gambar Jokowi atau Prabowo di Atribut Kampanye

Caleg Demokrat Dilarang Pasang Gambar Jokowi atau Prabowo di Atribut Kampanye

Regional
Dugaan Pelanggaran Kampanye Videotron Jokowi-Ma'ruf dan Bantahan Tim Kampanyenya

Dugaan Pelanggaran Kampanye Videotron Jokowi-Ma'ruf dan Bantahan Tim Kampanyenya

Megapolitan
12 Kepala Daerah di Riau Dukung Jokowi, Ini Kata Ketua Bawaslu

12 Kepala Daerah di Riau Dukung Jokowi, Ini Kata Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X