Mengaku Petugas Partai, Zulkifli Hasan Siap jika Ditugaskan Pimpin PAN

Kompas.com - 18/02/2015, 22:06 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (12/11/2014). Zulkifli diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Gulat Manurung terkait alih fungsi hutan di Riau. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) DANY PERMANAKetua MPR Zulkifli Hasan kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (12/11/2014). Zulkifli diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Gulat Manurung terkait alih fungsi hutan di Riau. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku mendapat banyak dukungan dari kader-kader partai di seluruh Indonesia. Zulkifli mengatakan, dukungan dari para kader tersebut merupakan mandat yang harus dijalankan.

"Saya tidak mau klaim berapa banyak dukungan, yang jelas sudah banyak sekali. Saya kira teman-teman sudah melihat hasil kunjungan saya di Surabaya, Lombok, terakhir acara di NTT. Besok saya akan ke Ambon, Maluku. Saya diundang, kita akan berbicara mengenai persiapan kongres," ujar Zulkifli saat mendatangi kediaman mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Zulkifli mengatakan, apa pun yang ditugaskan oleh para kader dari seluruh Indonesia merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan oleh seorang petugas partai. Menurut dia, seorang petugas partai tidak boleh menyatakan tidak siap, apalagi ketika ditugaskan untuk menjadi ketua umum.

"Tentu apa pun yang ditugaskan oleh teman-teman dari seluruh Indonesia, seorang petugas (partai) tidak boleh mengatakan tidak siap," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Soetrisno yang pernah menjadi Ketua Umum PAN pada priode 2005-2010 tersebut menyatakan dukungannya bagi Zulkifli untuk maju dalam pemilihan ketua umum pada Kongres PAN yang akan digelar 28 Februari-2 Maret 2015 di Bali.

"Dari program-program unggulan Pak Zulkifli, saya menyatakan mendukung Zulkifli menjadi ketua umum. Saya sudah berdiskusi, kalau dia terpilih, kami akan buat kepengurusan terbuka, supaya PAN jadi rumah besar bangsa Indonesia," kata Soetrisno.

Selain bertemu Soetrisno, Zulkifli juga dijadwalkan akan bertemu tokoh-tokoh lain, misalnya Syafii Maarif dan Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsudin, pada 25 Februari mendatang di Yogyakarta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Nasional
UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

Nasional
Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Nasional
Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Nasional
UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Nasional
Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Nasional
Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

Nasional
UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

Nasional
Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X