Kompas.com - 17/02/2015, 17:53 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menghargai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengenai gugatan praperadilan calon kepala Polri Komjen Budi Gunawan yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Menurut Paloh, saat ini penting bagi Jokowi untuk segera mengambil keputusan mengenai nasib Budi Gunawan.

Paloh menjelaskan, kepastian dilantik atau tidak dilantiknya Budi Gunawan sebagai kepala Polri oleh Jokowi ditunggu oleh masyarakat luas. Ia berharap hal itu disadari Jokowi sebagai alasan untuk segera mengambil keputusan.

"Yang paling penting dan dinantikan masyarakat adalah keputusan yang cepat diambil. Kalau bisa, lebih cepat lebih baik," kata Paloh, seusai menemui Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Paloh menegaskan, putusan PN Jaksel mengenai praperadilan Budi Gunawan telah berjalan baik dan patut dihormati. "Kita menghargai sekali pengadilan yang telah memberikan keputusan apa pun juga, kita hargai. Sebagai suatu keputusan, itulah yang kita hormati," ucapnya.

Seperti diketahui, Budi Gunawan adalah calon tunggal kepala Polri yang diajukan Presiden Jokowi dan telah disetujui DPR. Namun, pelantikannya ditunda oleh Jokowi karena Budi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menanggapi itu, Budi mengajukan praperadilan ke PN Jaksel. Dalam putusannya, hakim Sarpin Rizaldi menganggap KPK tidak memiliki kewenangan untuk mengusut kasus yang menjerat Budi. Hakim menganggap kasus Budi tidak masuk dalam semua kualifikasi yang diatur dalam Pasal 11 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Dalam pasal itu disebutkan, KPK berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. Selain itu ialah kasus yang mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat serta kasus yang menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.