Adukan soal Teror, KPK Sebut Jokowi Janji Akan Ambil Langkah Tegas

Kompas.com - 11/02/2015, 21:38 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (kanan) bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka, di Jakarta, Selasa (13/1/2015). Budi Gunawan, calon tunggal kepala Kepolisian RI yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo, diduga oleh KPK terlibat sejumlah transaksi mencurigakan atau tidak wajar. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (kanan) bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka, di Jakarta, Selasa (13/1/2015). Budi Gunawan, calon tunggal kepala Kepolisian RI yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo, diduga oleh KPK terlibat sejumlah transaksi mencurigakan atau tidak wajar.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengadukan teror yang diterima sejumlah pegawainya kepada Presiden Joko Widodo. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, Jokowi berjanji akan mengambil langkah tegas terkait teror tersebut.

"Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada Presiden Jokowi, ada ancaman serius kepada KPK. Beliau juga menerima informasi tersebut dan berjanji akan mengambil langkah-langkah yang lebih tegas," ujar Bambang, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Bambang mengatakan, Jokowi menjanjikan langkah tegas akan diambilnya untuk meminimalisir potensi ancaman susulan terhadap pegawai KPK lainnya. Selain kepada Jokowi, KPK juga meminta perlindungan kepada Wakil Kepala Polri Badrodin Haiti. Menurut Badrodin, kata Bambang, Polri menjamin keamanan para pegawai KPK dari ancaman teror mau pun tindak nyatanya.

"Alhamdulilah, kami mendapat jaminan dan kami percaya atas jaminan yang diberikan Wakapolri," kata Bambang.


Sebelumnya, ada informasi bahwa sejumlah penyidik dan pegawai Biro Hukum KPK yang menangani sidang praperadilan Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendapatkan ancaman. Informasi yang beredar, mereka diteror melalui telepon dan pesan singkat dengan ancaman akan dibunuh.

Tidak hanya pegawai KPK, para keluarga mereka pun mendapatkan teror serupa. Bambang mengatakan, KPK tengah mengantisipasi adanya kemungkinan teror tersebut. Namun, ia belum dapat mengungkapkan apa materi yang diselidiki dan sudah sejauh mana penanganan teror tersebut. Ia menyadari bahwa pekerjaan pegawai KPK berisiko tinggi, apalagi bersinggungan dengan hukum.

Untuk menangani masalah ini, kata Bambang, KPK telah membentuk tim investigasi dan berkomunikasi dengan sejumlah lembaga terkait.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X