Bersaksi di Sidang Praperadilan, Hasto Kembali Sebut Abraham Geram kepada Budi Gunawan

Kompas.com - 10/02/2015, 18:31 WIB
Pelaksana tugas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2015). IHSANUDDIN/KOMPAS.comPelaksana tugas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2015).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersaksi dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2015).

Dalam kesaksiannya, Hasto kembali mengungkapkan kegeraman Ketua KPK Abraham Samad terhadap Budi. Menurut Hasto, Abraham menuding Budi sebagai pihak yang menghambat jalannya menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2014 lalu. Kegeraman Abraham dinilai menjadi penyebab ditetapkannya Budi sebagai tersangka. 

"Apakah betul bahwa pertemuan saksi dengan Abraham, Abraham mengetahui siapa yang menjegal dia menjadi cawapres dan dia melakukan tindakan-tindakan untuk membalas?" tanya kuasa hukum Budi Gunawan, Maqdir Ismail.

"Benar sekali, tanggal 20 Mei pukul 00.30 WIB tahun 2014, seizin Jokowi, saya bertemu Abraham di rumah beliau ditemani seorang sahabat. Saya sampaikan beliau tak jadi cawapres. Beliau bilang, 'Saya tahu siapa yang menjegal saya, Budi Gunawan. Saya sudah lakukan penyadapan'," kata Hasto.

Hasto mengaku tidak tahu bagaimana Abraham bisa menyimpulkan Budi Gunawan yang menggagalkan langkahnya menjadikan cawapres. Padahal, kata dia, cawapres sepenuhnya ditentukan oleh Jokowi dengan mempertimbangkan masukan parpol pengusung.

"(Budi Gunawan) sama sekali belum pernah (memberikan masukan soal cawapres)," ujarnya.

Saat mendengar pernyataan Abraham itu, Hasto mengira Abraham hanya kecewa karena batal menjadi cawapres. Namun, saat mendengar penetapan Budi sebagai tersangka oleh KPK, Hasto baru menyadari bahwa ucapan Abraham sungguh-sungguh.

Hasto adalah salah satu dari empat saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum Budi dalam sidang lanjutan praperadilan Budi versus KPK pada hari ini. Selain Hasto, saksi yang dihadirkan adalah personel polisi Irsan, Budi Wibowo, dan Hendy F Kurniawan.

Sidang lanjutan praperadilan Budi Gunawan versus KPK pada hari ini mengagendakan pembuktian pihak Budi atas dalil-dalil praperadilan yang disampaikan dalam sidang pada Senin (9/2/2015) kemarin. Hakim memberikan waktu dua hari, yakni Selasa dan Rabu, untuk pembuktian.

Adapun pembuktian kuasa hukum KPK baru akan digelar pada Kamis (12/2/2015) dan Jumat (13/2/2015) yang mendatang. Setelah itu, hakim akan langsung membacakan putusan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Gotong Royong Dorong Kekebalan dan Produktivitas Pekerja Indonesia

Vaksinasi Gotong Royong Dorong Kekebalan dan Produktivitas Pekerja Indonesia

BrandzView
Hargai Proses di MKD, Golkar: Kita Doakan Azis Syamsuddin Melewati dengan Baik

Hargai Proses di MKD, Golkar: Kita Doakan Azis Syamsuddin Melewati dengan Baik

Nasional
Akankah KPK Tinggal Pusara?

Akankah KPK Tinggal Pusara?

Nasional
Antisipasi Varian Baru, Muhadjir Minta Pemeriksaan Genome Sequencing terhadap Pekerja Migran yang Positif Covid-19

Antisipasi Varian Baru, Muhadjir Minta Pemeriksaan Genome Sequencing terhadap Pekerja Migran yang Positif Covid-19

Nasional
Pimpinan MPR Berharap Jokowi Undang Presiden Palestina dan PM Israel Bahas Solusi Damai

Pimpinan MPR Berharap Jokowi Undang Presiden Palestina dan PM Israel Bahas Solusi Damai

Nasional
Tiga Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Mengaku Mendapat Rp 5 Juta dari Andreau Misanta

Tiga Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Mengaku Mendapat Rp 5 Juta dari Andreau Misanta

Nasional
Masyarakat yang Kembali dari Mudik Diminta Karantina Mandiri 5×24 Jam

Masyarakat yang Kembali dari Mudik Diminta Karantina Mandiri 5×24 Jam

Nasional
Kekhawatiran Jokowi atas Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Kekhawatiran Jokowi atas Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Nasional
Kunjungan Kerja ke Riau, Jokowi Tinjau Pembangunan Tol hingga Vaksinasi Massal

Kunjungan Kerja ke Riau, Jokowi Tinjau Pembangunan Tol hingga Vaksinasi Massal

Nasional
Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pemda Diminta Evaluasi Operasional Tempat Wisata

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pemda Diminta Evaluasi Operasional Tempat Wisata

Nasional
Masyarakat Diminta Tak Khawatir soal Penghentian Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

Masyarakat Diminta Tak Khawatir soal Penghentian Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

Nasional
Satgas: Vaksin Merah Putih Akan Digunakan dalam Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah

Satgas: Vaksin Merah Putih Akan Digunakan dalam Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah

Nasional
Satgas: Pergerakan Arus Balik Setelah 21 Mei Diperkirakan Mencapai 2,6 Juta Orang

Satgas: Pergerakan Arus Balik Setelah 21 Mei Diperkirakan Mencapai 2,6 Juta Orang

Nasional
Jokowi: Penularan Covid-19 Harus Ditekan, Jangan Hanya Lihat Sisi Ekonomi

Jokowi: Penularan Covid-19 Harus Ditekan, Jangan Hanya Lihat Sisi Ekonomi

Nasional
Dilaporkan Pegawai yang Tak Lolos TWK, Pimpinan KPK: Kami Hormati

Dilaporkan Pegawai yang Tak Lolos TWK, Pimpinan KPK: Kami Hormati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X