Jokowi: Kalau Mau Bicara Mobil Nasional, Saya Akan Bicara Esemka

Kompas.com - 10/02/2015, 05:52 WIB
Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (10/2/2015) dini hari setelah melakukan kunjungan negara ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (10/2/2015) dini hari setelah melakukan kunjungan negara ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa perjanjian kerja sama antara Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari bukan ditujukan untuk pengembangan industri mobil nasional. Setelah dikritik banyak pihak, Jokowi meluruskan bahwa apabila dirinya hendak memajukan mobil nasional, dia akan mengangkat Esemka.

"Kalau bicara mobil nasional, tentu saya akan bicara Esemka," kata Jokowi saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (10/2/2015) dini hari.

Esemka adalah mobil rakitan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo. Proyek Esemka ini bertujuan mengembangkan industri otomotif dalam negeri dengan prinsip kemandirian.

Saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo, Esemka berkibar setelah Jokowi menggunakannya sebagai mobil dinas. Namun, setelah Jokowi pindah ke Jakarta, nama Esemka justru tenggelam hingga kini.

Setelah Esemka meredup, publik dikejutkan dengan penandatanganan antara PT Adiperkasa Citra Lestari milik mantan anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla, AM Hendropriyono, dan produsen mobil asal Malaysia, Proton. Kerja sama kedua perusahaan ini ditengarai sebagai kelanjutan proyek mobil nasional. Namun, Jokowi mengaku belum memikirkan Proton untuk menjadi mobil nasional.

"Belum berpikir ke sana, tapi kalau mobil nasional, brand dan principal-nya itu, ya, Indonesia," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, dirinya hadir dalam penandatanganan kerja sama Proton dengan Adiperkasa karena diundang. Kerja sama dua perusahaan itu merupakan kerja sama business to business (B2B).

"Perjanjian MoU itu adalah B2B dan juga baru tahapan, sangat awal sekali. Berkaitan dengan feasibility studies saja belum," ujar Jokowi.

Saat ditanya apakah kemudian dengan kehadirannya itu Proton akan mendapat perlakuan spesial dari pemerintah dengan mendapatkan insentif, Jokowi mengelak. "Kalau saya tengok sebuah industri, menengok sebuah manufaktur di negara lain, tentu saja itu adalah hal sangat wajar," kata Jokowi.

Meski Jokowi membantah bahwa Proton akan masuk dalam program mobil nasional, ABCNews melaporkan, dalam sebuah pernyataan tertulis, Proton mengatakan bahwa kedua perusahaan akan melakukan studi kelayakan dan menjalani kerja sama dalam proyek mobnas di Indonesia. Jika penelitian menunjukkan proyek ini layak, maka perusahaan akan menandatangani perjanjian usaha patungan.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
Masyarakat Diminta Bersikap Sempurna Saat Pengibaran Merah Putih di Istana

Masyarakat Diminta Bersikap Sempurna Saat Pengibaran Merah Putih di Istana

Nasional
Awas, Ada Sarang Burung Walet Palsu Berbahan Bihun

Awas, Ada Sarang Burung Walet Palsu Berbahan Bihun

Nasional
Marak Klaim Obat Covid-19, Kemenristek Imbau Masyarakat Cermati 3 Hal

Marak Klaim Obat Covid-19, Kemenristek Imbau Masyarakat Cermati 3 Hal

Nasional
Satgas Covid-19 Akui Kemampuan Contact Tracing Masih Rendah

Satgas Covid-19 Akui Kemampuan Contact Tracing Masih Rendah

Nasional
Tak Ikuti Saran Kemenkes, KPU Bakal Beri Sarung Tangan ke Pemilih di TPS

Tak Ikuti Saran Kemenkes, KPU Bakal Beri Sarung Tangan ke Pemilih di TPS

Nasional
Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait SK Kemenkumham

Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait SK Kemenkumham

Nasional
Menurut LPSK, 3 Hal Ini Jadi Alasan Mengapa RUU PKS Perlu Segera Disahkan

Menurut LPSK, 3 Hal Ini Jadi Alasan Mengapa RUU PKS Perlu Segera Disahkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X