Bertemu Abraham, Tjahjo Kumolo Mengaku Tak Ada Obrolan Serius

Kompas.com - 04/02/2015, 17:23 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
– Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengakui dirinya ikut dalam pertemuan dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 2014. Tjahjo mengaku hanya sekali bertemu Abraham.

Namun, Tjahjo menyebut bahwa pertemuan itu hanyalah obrolan ringan bersama empat orang lainnya. Tjahjo mengaku tidak ada yang aneh dalam pertemuan dengan Abraham itu. Sebagai seorang yang tidak berperkara, ia merasa bisa bertemu dengan siapa saja, termasuk Abraham.

“Saya kan orang bebas, bukan terdakwa, tersangka, bukan pengacara bukan dalam putaran kasus, yah tentu ketemu dengan semua orang masa nggak boleh? Toh ketemunya tidak empat mata,” kata Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Tjahjo menyebutkan bahwa pertemun itu terjadi pada bulan April 2014. Dalam pertemuan itu, lanjut dia, tidak ada hal serius yang dibahas. Tjahjo mengaku ikut dalam pertemuan itu lantaran diajak oleh teman yang juga teman dari Abraham.

“Omong kosong namanya ketemu, kita minta saya diajak ketemu temen kok, temennya beliau, sekadar ketemu saja, namanya ketemu, nggak ada agenda khusus. Nggak serius toh? Yang serius katanya yang pertemuan-pertemuan berikutnya, jadi saya nggak ikut-ikut. Wong 10 mata nggak ada yang serius,” ucap Tjahjo.

Saat ditanya mengapa pihak PDI-P baru mengungkap pertemuan itu sekarang dan tidak melaporkan ke Komisi Etik KPK sejak lama, Tjahjo berkilah. (baca: Tjahjo Kumolo Tidak Hadir di Komisi III Bahas Abraham Samad)

“Ini nggak ada hubungan dengan PDI-P, nggak ada hubungan dengan partai. Saya ketemu saja, wong diajak temennya Pak Abraham,” imbuh Menteri Dalam Negeri itu.

Tuduhan Abraham melakukan manuver politik pertama kali diungkap oleh pelaksana pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristianto. Menurut Hasto, pertemuan pihaknya dengan Abraham terjadi sebanyak enam kali, salah satunya diikuti Tjahjo.

Menurut Hasto, Abraham melakukan lobi politik untuk memuluskan keinginannya menjadi calon wakil presiden bagi Joko Widodo. Namun, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memutuskan Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi.

Hasto sudah menjelaskan mengenai pertemuan tersebut saat diperiksa Bareskrim Polri dan dihadapan Komisi III DPR. (baca: Serang Abraham, Hasto Mengaku Tak Punya Niat Melemahkan KPK)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Nasional
Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Nasional
Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasional
Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Nasional
Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Nasional
KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

Nasional
Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Nasional
Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Nasional
Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Nasional
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Nasional
Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Nasional
Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Nasional
Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X