Hari Ke-72 Jokowi-JK: Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya

Kompas.com - 03/02/2015, 14:42 WIB
This picture taken and released on December 30, 2014 by Presidential Palace shows Indonesian Presiden Joko Widodo ikut dalam operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501menggunakan pesawat Hercules C-130, Selasa (30/12/2014). AFP PHOTO / RUSMAN / PRESIDENTIAL PALACEThis picture taken and released on December 30, 2014 by Presidential Palace shows Indonesian Presiden Joko Widodo ikut dalam operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501menggunakan pesawat Hercules C-130, Selasa (30/12/2014).
|
EditorTri Wahono

Pemerintahan Jokowi-JK telah genap 100 hari, Selasa (27/1/2015), sejak dilantik 20 Oktober 2014. Kebijakan strategis dan langkah politik dari para pejabat baru pemerintahan menjadi sorotan. Kompas.com hari ini menulis 100 artikel yang berisi kebijakan dan peristiwa menonjol yang terjadi dalam 100 hari pemerintahan baru dari hari ke hari.

KOMPAS.com — Musibah AirAsia QZ8501 masih menjadi pusat perhatian pada hari ke-72 pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Selasa (30/12/2014). Pada hari yang cukup sibuk ini, Jokowi menyempatkan diri mengunjungi perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hingga akhirnya mendarat di Surabaya, Jawa Timur.

Keputusan Jokowi yang mengunjungi perairan Pangkalan Bun cukup dapat dikatakan tidak sesuai jadwal, atau mendadak setelah mendapat laporan temuan serpihan yang diduga bagian pesawat. Jokowi pun memilih menggunakan pesawat Hercules C-130 ketimbang menggunakan pesawat kepresidenan. Pada hari ini juga ditemukan jenazah korban AirAsia.

Jokowi ke perairan Pangkalan Bun menggunakan pesawat Hercules C-130 yang terbang rendah di ketinggian 1.000 kaki atau 300 meter di atas permukaan laut. Ia memantau dari udara usaha pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Beberapa kali ia tampak memberikan perintah kepada kapal perang yang memang ditugaskan membantu Basarnas mencari pesawat naas tersebut.

Meski naik pesawat Hercules di atas perairan Pangkalan Bun, Jokowi tidak mendarat di Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun. Ia justru langsung menuju Surabaya untuk bertemu dengan keluarga para korban AirAsia QZ8501.

Di Surabaya, Jokowi menyalami sekitar 200 orang keluarga penumpang AirAsia yang masih menantikan proses pemindahan jenazah dari lokasi SAR di sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Setelah satu per satu anggota keluarga disalami, Jokowi memberikan pernyataannya.

Ketika bertemu dengan para keluarga korban, Jokowi mencoba meyakinkan mereka bahwa pemerintah mengerahkan segala daya untuk menemukan pesawat dan korban yang hilang.

Setelah bertemu keluarga, Jokowi memberikan pernyataan pers. Setelah itu, dia kembali ke Jakarta. Sebelumnya, Jokowi memantau lokasi pencarian yang ada di perairan laut Jawa atau sekitar 100 mil dari Pangkalan Bun. Jokowi memantau dari Hercules C-130 yang terbang rendah di ketinggian 1.000 kaki atau 300 meter di atas permukaan laut.

Menerima George Soros

Pada hari itu, ada juga peristiwa yang luput dari perhatian publik di tengah derasnya pemberitaan AirAsia, yakni pertemuan Jokowi dengan George Soros.

Adrin Shamsudin/Shutterstock.com George Soros

Jokowi menerima Soros pada siang hari sekitar pukul 14.00 di Istana Kepresidenan. Soros diterima setelah sebelumnya Jokowi menggelar rapat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) pada pagi harinya.

Tidak diketahui apa saja yang dibahas antara Kepala Negara dengan orang yang berada di balik rontoknya bank sentral Inggris, Bank of England, pada krisis mata uang Inggris 1992. Soros adalah Ketua Open Society Foundations.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Dugaan Rasialisme, Ambroncius Nababan Dijemput Paksa Polisi

Jadi Tersangka Dugaan Rasialisme, Ambroncius Nababan Dijemput Paksa Polisi

Nasional
Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Nasional
22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

Nasional
Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Nasional
Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Nasional
Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Nasional
Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Nasional
Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Nasional
YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

Nasional
Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Nasional
Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X