Hari Ke-41 Jokowi-JK: Pollycarpus Bebas

Kompas.com - 29/01/2015, 16:15 WIB
Pollycarpus Budihari Priyanto saat dijemput dari rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang, Banten, Jumat (25/1/2008) malam, oleh tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk dieksekusi. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPollycarpus Budihari Priyanto saat dijemput dari rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang, Banten, Jumat (25/1/2008) malam, oleh tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk dieksekusi.
|
EditorTri Wahono

Pemerintahan Jokowi-JK telah genap 100 hari, Selasa (27/1/2015), sejak dilantik 20 Oktober 2014. Kebijakan strategis dan langkah politik dari para pejabat baru pemerintahan menjadi sorotan. Kompas.com hari ini menulis 100 artikel yang berisi kebijakan dan peristiwa menonjol yang terjadi dalam 100 hari pemerintahan baru dari hari ke hari.

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpidana pembunuh aktivis hak asasi manusia, Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto, bebas. Ia meninggalkan Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada hari ke-41 pemerintahan Jokowi-JK, Sabtu (29/11/2014). Mantan pilot Garuda itu mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara. (Baca: Pollycarpus Bisa Meninggalkan Lapas Sukamiskin Hari Ini).

Sekretaris Eksekutif Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum), Choirul Anam, menilai, pembebasan Pollycarpus sebagai "kado pertama" Jokowi bagi penegakan HAM di Indonesia.
"Kasum meminta Jokowi untuk mengevalusi pembebasan bersyarat tersebut, membatalkannya, dan menghentikan semua proses pemberian remisi untuk ke depannya. Langkah Jokowi harusnya membuka kembali kasus Munir, bukan malah memberikan pembebasan bersyarat kepada Polly," kata Anam. (Baca: Jokowi Diminta Batalkan Pembebasan Bersyarat Pollycarpus).

Titik terang perdamaian Golkar

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono beberapa waktu lalu

Pada hari ini, Partai Golkar yang dilanda konflik internal menemukan titik terang perdamaian setelah kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono bertemu. Aburizal bersedia melaksanakan munas pada 2015. Kubu Agung Laksono pun menyatakan bersedia membubarkan Tim Penyelamat Partai Golkar jika munas digelar tahun 2015.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, persoalan yang tersisa adalah menentukan bulan apa yang bisa disepakati kedua kubu untuk menyelenggarakan munas pada 2015. (Baca: Akbar Tandjung: Ada Titik Terang Perdamaian di Partai Golkar).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Nasional
Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Nasional
Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Nasional
Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Nasional
Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Nasional
Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Nasional
Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Nasional
Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Nasional
Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Nasional
Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Nasional
Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Nasional
Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Nasional
Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Nasional
Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Nasional
Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X