Kompas.com - 26/01/2015, 17:36 WIB
Presiden Joko Widodo tampil saat pengambilan video oleh harian Kompas dengan menggunakan alat bantu drone di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (24/1). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPresiden Joko Widodo tampil saat pengambilan video oleh harian Kompas dengan menggunakan alat bantu drone di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (24/1).
EditorSandro Gatra


KOMPAS.com - Wah, gambarnya agak goyang. Bisa minta tolong diulang tidak, ya?” tanya fotografer Kompas, Eddy Hasby, seusai melihat hasil pengambilan gambar video Presiden Joko Widodo lewat drone atau pesawat tanpa awak terbang di atas halaman rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta, Sabtu (24/10).

Atas izin Presiden, drone pun beraksi lagi dari halaman tengah rumput Istana menuju teras belakang Istana Merdeka mengikuti gerakan Presiden Jokowi.

Itulah drone yang untuk pertama kalinya diterbangkan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Tentu, untuk menerbangkan pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera khusus tersebut tak sembarangan.

Maklum, wilayah udara kompleks Istana Kepresidenan merupakan daerah Ring I yang tidak boleh diterbangi pesawat apa pun. Bahkan, layang-layang pun tidak boleh dinaikkan di atas kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelum menerbangkan pesawat tanpa awak tersebut di halaman Istana Kepresidenan, tidak hanya drone yang diperiksa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), tetapi juga pemakainya atau operatornya.

”Semacam test flight yang harus dijalani dulu sebelum ambil gambar, mulai dari pesawatnya hingga pemakaiannya. Jangan sampai terjadi drone-nya malah terbang tidak beraturan,” ujar Edy.

Selesai menerbangkan drone, Eddy sangat berterima kasih karena diizinkan mengambil gambar video Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, yang selama ini belum pernah dilakukan oleh jangankan wartawan, petugas keamanan pun belum pernah.

”Apalagi, Presiden Jokowi sangat membantu tugas fotografer,” tambahnya.

Sejauh ini, sejak zaman kampanye sebelum Pemilu Presiden 9 Juli lalu, Presiden Jokowi tercatat sangat akomodatif dengan pekerjaan fotografer yang menyertainya selama kampanye calon presiden.

”Kalau sudah malam, Pak Jokowi datang menemui para fotografer dan menanyakan apa yang kurang serta hambatan apa yang masih dihadapi para fotografer,” tambah seorang fotografer lainnya yang mengikuti perjalanan kampanye Presiden pada waktu itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

Nasional
BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

Nasional
Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Nasional
Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

Nasional
Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Nasional
Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Nasional
Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Nasional
Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X