Politisi di Pemerintahan Kerap Dikritik, Surya Paloh Sindir Balik

Kompas.com - 21/01/2015, 15:07 WIB
Kongres Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) malam, Jakarta, Jumat (25/1/2013), di isi dengan Pidato dari Inisiator Restorasi Indonesia Surya Paloh. Kongres perdana Partai NasDem tersebut berlangsung dari tanggal 25-27 Januari 2013, dengan agenda utamanya pemilihan ketua umum yang baru. Hadir pula Ketua Umum Partai NasDemPatrice Rio Capella, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Rachmawati Soekarnoputri. KOMPAS/ALIF ICHWANKongres Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) malam, Jakarta, Jumat (25/1/2013), di isi dengan Pidato dari Inisiator Restorasi Indonesia Surya Paloh. Kongres perdana Partai NasDem tersebut berlangsung dari tanggal 25-27 Januari 2013, dengan agenda utamanya pemilihan ketua umum yang baru. Hadir pula Ketua Umum Partai NasDemPatrice Rio Capella, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Rachmawati Soekarnoputri.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyinggung soal sinisme publik akan partai politik yang masuk ke dalam lembaga pemerintahan. Dia meminta agar kader Nasdem membalikkan persepsi negatif itu dengan memberikan contoh yang baik.

"Fungsi peran dan tugas membangun moralitas itu harus dinyatakan dalam diri untuk menjadi contoh, jalankan fungsi dan peran. Kalau anggota Dewan tidak berikan contoh, pantaslah para sontoloyo akan bilang mereka memang bikin rusuh saja di negeri ini," ujar Surya dalam sambutan pembukaan rapat konsolidasi Partai Nasdem, di kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (21/1/2015).

Surya mengkritik mereka yang menganggap politisi masuk lembaga pemerintahan justru akan merusak. Menurut dia, pemikiran seperti itu adalah "pemikiran yang sakit". Karena itu, dia menegaskan cara pandang seperti itu perlu diubah.

Semakin kuat pandangan masyarakat yang positif terhadap semua lembaga pemerintahan, Surya berpendapat, akan semakin besar pula peran partai di situ. Namun, semakin lemah persepsi publik, maka Surya melihat partai politik tak berperan apa pun.

"Kalau demikian, sebaiknya kita tahu diri untuk segera beralih fungsi dan peran. Daripada menjadi kader politik, lebih baik kembali ke nelayan, petani atau pengamat karena pengamat politik sekarang dianggap lebih dari segalanya dibandingkan pemain politik itu sendiri," sindir Surya.

Hadir dalam rapat konsolidasi Partai Nasdem ini adalah Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi, Sekretaris Jenderal Patrice Rio Capella, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Enggartiasto Lukita.

Rapat dilakukan dalam rangka persiapan Partai Nasdem menyongsong pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak pada 2015 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Pegawai Lembaga Penegak Hukum di Karawang Positif Covid-19

7 Pegawai Lembaga Penegak Hukum di Karawang Positif Covid-19

Nasional
Komisi III dan Jaksa Agung Rapat Bahas Skandal di Kasus Djoko Tjandra

Komisi III dan Jaksa Agung Rapat Bahas Skandal di Kasus Djoko Tjandra

Nasional
Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Boneka Petani di DPR dan Istana

Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Boneka Petani di DPR dan Istana

Nasional
Tolak Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, PBNU: Seruan Moral demi Keselamatan Jiwa Warga Negara

Tolak Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, PBNU: Seruan Moral demi Keselamatan Jiwa Warga Negara

Nasional
Bawaslu Sebut Pengundian Nomor Urut Tak Dilakukan jika Massa Melebihi Batas

Bawaslu Sebut Pengundian Nomor Urut Tak Dilakukan jika Massa Melebihi Batas

Nasional
Luhut Sebut Jokowi Punya Hati, Bisa Tunda Pilkada jika Bahayakan Keselamatan Rakyat

Luhut Sebut Jokowi Punya Hati, Bisa Tunda Pilkada jika Bahayakan Keselamatan Rakyat

Nasional
DPR Bahas RUU Penanggulangan Bencana, Minta Masukan Eks Kepala BNPB

DPR Bahas RUU Penanggulangan Bencana, Minta Masukan Eks Kepala BNPB

Nasional
Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejagung, Polisi Periksa 7 Saksi dan 6 Ahli

Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejagung, Polisi Periksa 7 Saksi dan 6 Ahli

Nasional
Dinyatakan Langgar Etik, Firli Bahuri Minta Maaf dan Janji Tak Ulangi Perbuatannya

Dinyatakan Langgar Etik, Firli Bahuri Minta Maaf dan Janji Tak Ulangi Perbuatannya

Nasional
Dinyatakan Langgar Etik, Ketua KPK Firli Bahuri Dijatuhi Sanksi Ringan

Dinyatakan Langgar Etik, Ketua KPK Firli Bahuri Dijatuhi Sanksi Ringan

Nasional
Naik Helikopter, Ketua KPK Firli Bahuri Dinyatakan Melanggar Kode Etik

Naik Helikopter, Ketua KPK Firli Bahuri Dinyatakan Melanggar Kode Etik

Nasional
Pilkada Serentak 9 Desember Jangan Jadi Harga Mati

Pilkada Serentak 9 Desember Jangan Jadi Harga Mati

Nasional
Tolak Pilkada, PBNU: Kita Belum Punya Success Story Menekan Covid-19

Tolak Pilkada, PBNU: Kita Belum Punya Success Story Menekan Covid-19

Nasional
Ini Sanksi bagi Paslon yang Bawa Iring-iringan Saat Pengundian Nomor Urut Pilkada

Ini Sanksi bagi Paslon yang Bawa Iring-iringan Saat Pengundian Nomor Urut Pilkada

Nasional
Iring-iringan Massa Saat Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Resmi Dilarang

Iring-iringan Massa Saat Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Resmi Dilarang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X