Foto Jokowi yang Menyelamatkan Integritas

Kompas.com - 21/01/2015, 11:36 WIB
Calon presiden Joko Widodo memberikan orasi dalam acara Konser Salam 2 Jari Menuju Kemenangan Jokowi-JK, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Foto ini memenangi anugerah Adinegoro 2014 kategori jurnalistik foto. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES - KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES - KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden Joko Widodo memberikan orasi dalam acara Konser Salam 2 Jari Menuju Kemenangan Jokowi-JK, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Foto ini memenangi anugerah Adinegoro 2014 kategori jurnalistik foto. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES - KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorTjahjo Sasongko
SARAPAN PAGI

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah foto karya jurnalis foto Kompas.com yang menjadi pemenang anugerah jurnalistik Adinegoro 2014 seharusnya memiliki makna internal yang lebih dalam.

Karya jurnalis Kompas.com berjudul "Jokowi di Konser Salam 2 Jari" yang pertama ditayangkan pada Sabtu, 5 Juli 2014, ini dianggap sebagai karya terbaik kategori jurnalistik foto Adinegoro 2014. Foto ini menyisihkan 115 peserta lainnya yang ikut dalam anugerah tahun ini.

Saya tidak ingin masuk dalam perdebatan apakah foto dengan teknologi drone—semacam kamera dengan remote control—ini murni karya fotografer bersangkutan atau tidak. Ataukah ini merupakan suatu karya hasil keroyokan para jurnalis foto Kompas.com yang sangat terbantu teknologi.

Yang pasti, saya atau mungkin kami harus berterima kasih pada karya tersebut. Secara internal Kompas.com, karya jurnalistik ini saya anggap memiliki makna dahsyat untuk mengembalikan  nilai-nilai yang tergerus atau digerus dari entitas Kompas.com ini.

Karya ini muncul justru di saat eksistensi jurnalis online semakin disudutkan dengan apa yang disebut sebagai jurnalis warga. Apa yang dilakukan jurnalis online kerap dianggap tidak memiliki kelebihan kalau tidak ingin dikatakan lebih buruk daripada apa yang dilakukan warga biasa yang memiliki kelebihan dalam akses, waktu, dan bisa jadi peralatan.

Tingkat pelecehan ini kadang dilakukan juga oleh beberapa pihak yang lebih suka dipanggil sebagai jurnalis warga atau pegiat jurnalis warga daripada menyebut diri sebagai jurnalis (media) online.

Jurnalis online kadang dianggap sebagai segerombolan tukang upload pemalas yang hanya menunggu berita jatuh dari langit. Sifat kerja yang dinamis di meja kerja dengan terus menatap monitor memang membuat sebagian tuduhan itu menjadi benar. Ini juga mungkin yang ingin dihindari jurnalis cetak saat akan ditransformasi ke media online.

Padahal, jurnalis adalah jurnalis. Jurnalis adalah profesi. Selain di dalamnya terkandung target, keinginan, dan ambisi pribadi, di dalamnya juga terkandung tanggung jawab publik yang harus dipertanggungjawabkan melalui karyanya. Jadi, boleh saja seorang jurnalis ingin menjadi kaya dengan mendapat fasilitas mobil, jalan-jalan ke luar negeri, makan enak, dan olahraga setiap sore. Tetapi, begitu kembali pada karya, dia memiliki tanggung jawab agar karyanya tampil maksimal dan memiliki dampak pada suatu ketimpangan yang telah diamatinya.

Dalam skala kecil, saya mencoba melakukan hal ini di bidang liputan saya di olahraga. Dari pergaulan saya dengan orang-orang olahraga saja, saya bisa menyimpulkan betapa sudah sangat kronisnya penyakit korupsi di negara ini, termasuk di bidang olahraga. Dana-dana yang seharusnya bisa untuk membesarkan bibit-bibit atlet yang disemai orang tua atlet bahkan disikat oleh pihak yang justru memiliki predikat pembina. Setandas-tandasnya hingga akhirnya orang-orang tua itu menyerah dan membiarkan bibit yang ada layu sebelum berkembang.

Sebagai liputan jurnalistik, fenomena ini jelas kalah dengan skandal suap sepak bola, atau bonus besar di Pekan Olahraga Nasional. Sudah tidak menarik, meliputnya pun sulit dan berisiko. Tetapi, sebagai jurnalis, saya justru harus menganggap tulisan ini misalnya yang justru akan bisa menjawab masalah mengapa olahraga Indonesia tidak kunjung bangkit.

Kembali ke foto "Jokowi di Konser Salam 2 Jari" yang fenomenal buat kami ini. Kebetulan saya juga hadir di Gelora Bung Karno Senayan, Sabtu, 5 Juli tersebut. Di lapangan ataupun di sekitar lintasan lari Stadion Gelora Bung Kano Senayan maupun di belakang panggung, saya beberapa kali bertemu dua jurnalis foto kami, Roderick Adrian Mozes dan Kristianto Purnomo.

Keduanya juga merupakan kolega saya sebagai sesama alumni penghargaan Anugerah Adiwarta. Saat itu, saya lihat keduanya asyik mengoperasikan drone. Kalaupun sempat ngobrol, mereka  menunjuk kepada saya drone milik Kompas.com, di antara beberapa drone yang beterbangan di atas Senayan sore itu.

Ketika melihat antusias mereka bekerja di antara riuhnya massa yang mengelu-elukan (calon) Presiden Jokowi sore itu, tiba-tiba saya kembali dihinggapi dengan rasa kebanggaan memilih profesi sebagai jurnalis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

Nasional
UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

Nasional
UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

Nasional
UPDATE 11 Juli: Jumlah ODP Saat Ini 34.887 Orang, PDP 13.752

UPDATE 11 Juli: Jumlah ODP Saat Ini 34.887 Orang, PDP 13.752

Nasional
UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

Nasional
UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

Nasional
Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Nasional
Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Nasional
Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Nasional
Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Nasional
Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
Ma'ruf Amin: Kalau Ada Orang Menggoreng Isu PKI, Itu Politisasi

Ma'ruf Amin: Kalau Ada Orang Menggoreng Isu PKI, Itu Politisasi

Nasional
Virus Corona Penyebab Covid-19 Disebut Dapat Bertahan di Udara 8 Jam

Virus Corona Penyebab Covid-19 Disebut Dapat Bertahan di Udara 8 Jam

Nasional
Ma'ruf Amin Mengaku Tak Pernah Siapkan Putrinya untuk Jadi Wali Kota

Ma'ruf Amin Mengaku Tak Pernah Siapkan Putrinya untuk Jadi Wali Kota

Nasional
Pandemi Covid-19, Tenaga Ahli KSP: Tiap Orang Punya Tanggung Jawab, Jangan Hanya Tuntut Pemerintah

Pandemi Covid-19, Tenaga Ahli KSP: Tiap Orang Punya Tanggung Jawab, Jangan Hanya Tuntut Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X