Kompas.com - 20/01/2015, 06:01 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan barang bukti berupa paket-paket narkoba dengan total berat 6 kilogram dan sejumlah uang dari tiga orang yang diringkus di Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (25/9/2014). KOMPAS.COM/DESY HARTINIBadan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan barang bukti berupa paket-paket narkoba dengan total berat 6 kilogram dan sejumlah uang dari tiga orang yang diringkus di Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (25/9/2014).
EditorHindra Liauw
KOMPAS.com - Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Pemerintah Indonesia akhirnya mengeksekusi enam terpidana mati kasus kejahatan narkotika. Dibutuhkan tindakan tegas untuk mengatasi persoalan ”Indonesia darurat narkotika” yang membahayakan generasi muda. Inilah sinyal yang benderang, genderang perang terhadap mafia dan bandar narkoba sudah ditabuh. Negara hadir dalam ”pertempuran” melawan sindikat narkoba!

Indonesia saat ini bukan lagi sebagai tempat transit sindikat narkoba internasional, melainkan sudah menjadi ”pasar” yang menggiurkan. Jika pada 1990-an, dalam setiap sidang umum Interpol, nama Indonesia hanya disebut sebagai tempat transit, kondisi ini sudah berubah sejak tahun 2000-an.

Salah satu bukti adalah terbongkarnya kasus penyelundupan 862 kilogram sabu oleh warga negara asing, Wong Ping Ching, belum lama ini. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Anang Iskandar menggambarkan, seandainya sabu itu beredar, sedikitnya 3,2 juta orang akan diracuni narkoba itu. Masa depan mereka suram. Apa yang didapatkan BNN ini termasuk yang terbesar.

Meski sudah berulang kali aparat penegak hukum menangkap bandar dan menyita barang bukti, kasus kejahatan narkoba di Indonesia tak juga berhenti.

Vonis mati untuk para bandar narkoba selama ini dianggap basa-basi. Bandar-bandar narkoba terus merajalela. Mereka tidak peduli berapa banyak anak muda Indonesia kehilangan masa depan dan mati sia-sia akibat narkoba yang mereka perdagangkan. Sedikitnya 50 orang Indonesia meninggal dunia setiap hari karena narkoba.

Karena itulah, tidaklah heran apabila banyak orang Indonesia mendukung penuh kebijakan Presiden Joko Widodo menolak grasi bandar narkoba dan memutuskan agar vonis mati mereka segera dieksekusi.

”Perang terhadap mafia narkoba tidak boleh setengah-setengah karena narkoba benar-benar sudah merusak kehidupan, baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba. Tak ada kebahagiaan hidup yang didapat dari menyalahgunakan narkoba. Negara harus hadir dan langsung bertempur melawan sindikat narkoba. Indonesia sehat, Indonesia tanpa narkoba,” demikian ungkap Presiden Joko Widodo dalam Facebook-nya, Minggu (18/1).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eksekusi mati bandar narkoba itu memancing reaksi Belanda dan Brasil untuk menarik duta besar mereka dari Indonesia. Dari enam orang yang dieksekusi mati itu, dua di antaranya warga negara Belanda dan Brasil. Namun, reaksi masyarakat Indonesia justru mendukung kebijakan Presiden. Banyak orang Indonesia yang makin menyadari betapa bahaya narkoba mengancam generasi muda. Itu bisa terjadi kepada siapa saja, kepada anggota keluarga, kerabat, sahabat atau orang terdekat. Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali menyatakan perang terhadap sindikat narkoba!

Mengeksekusi terpidana mati hanya salah satu cara untuk membuat para bandar narkoba jera. Demikian juga memecat pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti mengonsumsi narkoba—seperti yang dinyatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama—belum lama ini setelah 13 PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta positif narkoba.

Namun, pemerintah tetap harus melakukan upaya preventif, mencegah anak-anak muda diracuni sindikat narkoba. Pemerintah juga tetap wajib merehabilitasi korban-korban narkoba agar dapat melanjutkan hidup dengan masa depan lebih baik.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.