Patrialis: Harapan Masyarakat kepada MK Sangat Besar

Kompas.com - 12/01/2015, 14:07 WIB
Hakim Konstitusi Patrialis Akbar bersama hakim lainnya meneruskan pembacaan putusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (14/11/2013). Sebelumnya sidang putusan sengketa Pilkada Maluku berlangsung ricuh, massa yang diduga berasal dari pasangan penggugat, Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji, menyerbu masuk ke dalam ruang sidang saat mendengar gugatan mereka ditolak.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Hakim Konstitusi Patrialis Akbar bersama hakim lainnya meneruskan pembacaan putusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (14/11/2013). Sebelumnya sidang putusan sengketa Pilkada Maluku berlangsung ricuh, massa yang diduga berasal dari pasangan penggugat, Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji, menyerbu masuk ke dalam ruang sidang saat mendengar gugatan mereka ditolak.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com
- Hakim Konstitusi Patrialis Akbar mengakui harapan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) masih sangat besar. Hal itu disampaikan Patrialis saat berbicara di hadapan delapan Hakim Konstitusi lainnya. Patrialis merupakan satu dari tiga calon Wakil Ketua MK.

"Terlalu besar, bahkan amat besar harapan masyarakat kepada Mahkamah Konstitusi," ujar Patrialis, dalam rapat pleno pemilihan wakil ketua MK di Gedung MK, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Menurut Patrialis, selain masyarakat umum dan para penyelenggara negara, seluruh komponen-komponen bangsa juga menaruh harapan agar hakim MK benar-benar melaksanakan fungsi, tugas, dan amanah sesuai konstitusi.

Patrialis mengatakan, MK sebagai peradilan politik dan sebagai suatu lembaga tinggi, harus mampu mengembalikan hak-hak yang ada dalam undang-undang. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab Hakim Konstitusi secara menyeluruh. Oleh karena itu, kerja sama antara ketua dan wakil ketua sangat dibutuhkan.

"Kerja sama itu untuk mengangkat marwah, harkat martabat nama baik sesuai konstitusi," kata Patrialis.


Hingga saat ini masih dilakukan rapat pleno secara terbuka, di ruang sidang MK, untuk memilih posisi wakil ketua Mahkamah Konstitusi. (baca: Arief Hidayat Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua MK)

Ketua MK yang baru terpilih, Arief Hidayat mengatakan, posisi wakil ketua MK tidak dapat dicapai melalui proses aklamasi melalui rapat permusyawaratan hakim MK. Pemilihan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan suara dari sembilan Hakim Konstitusi.

Tiga Hakim Konstitusi yang bersedia dicalonkan sebagai Wakil Ketua MK adalah Anwar Usman, Patrialis Akbar, dan Aswanto.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X