Dubes Mesir: Penyerang "Charlie Hebdo" Pasti Bukan Muslim

Kompas.com - 12/01/2015, 12:38 WIB
Cherif Kouachi, kiri, dan Said Kouachi, kanan, menjadi tersangka pelaku serangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo, Paris, Perancis, Rabu (7/1/2015). CNNCherif Kouachi, kiri, dan Said Kouachi, kanan, menjadi tersangka pelaku serangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo, Paris, Perancis, Rabu (7/1/2015).
Penulis Icha Rastika
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki menyebutkan, penyerang kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis, bukan umat Muslim. Ia menepis anggapan sebagian pihak yang mengaitkan serangan itu dengan penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo.

"Penyerang aksi tersebut pastilah bukan Muslim, karena Islam itu jauh dari aksi terorisme dan penuh dengan aksi perdamaian, toleransi, pengampunan. Pasti mereka mengira ini perbuatan balas dendam dari Muslim karena membuat sindiran kartun Nabi Muhammad," kata Dessouki di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (12/1/2015), seusai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla.

Menurut dia, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Jika Nabi Muhammad masih hidup, kata Dessouki, ia pasti akan merangkul pembuat karikaturnya untuk kemudian diajak bicara.

"Andai saja Nabi Muhammad hidup, dan dia lihat karikatur itu, apa yang akan terjadi? Apakah dia akan membunuh mereka? Tidak akan pernah. Nabi Muhammad akan mengasihi mereka, dan akan mengajak mereka bicara karena dia merupakan orang yang cinta damai. Jadi saya sangat yakin pelakunya bukanlah Muslim," tutur dia.

Dessouki menduga aksi teror ini dilakukan kelompok tertentu yang bertujuan menyudutkan Islam. Sebagai negara Muslim, kata dia, Mesir mengecam aksi serangan tersebut.

Sebelumnya, pengacara Charlie Hebdo mengatakan bahwa kantor majalah yang dibelanya tersebut sudah menjadi sasaran teror sejak 8 tahun lalu, atau sejak Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Serangan di kantor Charlie Hebdo, Rabu, mengakibatkan 12 orang, termasuk wartawan, tewas. Saat polisi dan tentara antiteror mengejar dua pelaku, penembakan lain terjadi keesokan harinya di pinggiran Paris, menewaskan seorang perempuan polisi. Teror masih berlanjut dengan dua penyanderaan di dua tempat. Salah satunya di sebuah toko swalayan di Paris.

Upaya perburuan sementara berakhir pada Jumat dengan tewasnya dua bersaudara Cherif dan Said Kouachi serta Amedy Coulibaly yang melakukan penyanderaan di toko swalayan. Namun, empat sandera ditemukan tewas.

Polisi kini sedang mencari Hayat Boumeddiene (26), istri Coulibaly, yang diduga sudah berada di luar Perancis sejak 2 Januari 2015. Boumeddiene diperkirakan berada di Turki atau Suriah. Dia diduga cukup mengenal Cherif dan Said karena didapati tidak kurang dari 500 percakapan pernah dilakukan antara Hayat dan istri kedua tersangka penyerangan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Nasional
Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Nasional
Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Nasional
Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Nasional
Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Nasional
Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Nasional
Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Nasional
Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Nasional
Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Nasional
Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Nasional
Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Nasional
Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X