Sirnanya Sekat Kebangsaan dalam Misi Kemanusiaan

Kompas.com - 09/01/2015, 08:13 WIB
Tim penyelam dari Basarnas menyiapkan perlengkapan selam di atas kapal SAR KN101 Purworejo, di tengah perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015). Pencarian kembali mengalami kendala akibat ketinggian ombak mencapai hingga lima meter. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESTim penyelam dari Basarnas menyiapkan perlengkapan selam di atas kapal SAR KN101 Purworejo, di tengah perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015). Pencarian kembali mengalami kendala akibat ketinggian ombak mencapai hingga lima meter.
EditorLaksono Hari Wiwoho

Koordinasi dengan negara-negara lain pun dilakukan tanpa kendala berarti. Kontak dilakukan melalui radio.

"Kalau ada hambatan, paling sewaktu menggunakan bahasa Inggris. Tetapi, di Jakarta ada staf penghubung yang menangani hal-hal seperti itu," ujarnya.

Dalam operasi kemanusiaan mencari korban dan pesawat AirAsia yang jatuh di perairan Laut Jawa itu, Rusia mengirimkan Beriev 200 CS (Crezvycainnaya Situatsiya) yang dirancang khusus untuk tanggap darurat.

Pesawat itu tiba di Indonesia sejak Jumat (2/1) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan langsung menjalankan misi pencarian AirAsia.

Saat terbang dengan pesawat tersebut dari Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (5/1), Komandan Misi Emercom Pemerintah Federal Rusia (Badan Tanggap Darurat Rusia) sekaligus Wakil Menteri SAR Rusia Mayor Jenderal Eduard Chizhykov mempersilakan wartawan melihat kamera pengintai di bagian port (kiri) sayap pesawat.

"Kamera menggunakan inframerah, pemindai termal, sehingga bisa memantau suhu tubuh manusia dan penanda koordinat benda yang terpantau. Sepanjang hari ini sudah 50 lebih obyek yang terpantau dan dilaporkan ke Basarnas Indonesia untuk ditindaklanjuti," katanya.

Alexander Zimin, juru bicara Kedutaan Rusia untuk Indonesia, yang ikut dalam penerbangan menerangkan pesawat tersebut memiliki beragam fungsi. Pada kabin pesawat, misalnya, bisa dipasang kontainer untuk melakukan operasi bedah di udara. "Minimal untuk memasang alat penunjang kehidupan sampai pasien bisa mendapat perawatan lebih lanjut di darat," kata Zimin yang fasih berbahasa Indonesia.
Pernah terlibat perang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Jepang dan Rusia, negara yang ikut melakukan pencarian antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia. Jika melihat jalinan kebersamaan negara-negara itu, sulit dibayangkan bahwa di kawasan yang sama, yakni Asia, mereka pernah terlibat dalam perang paling berdarah dalam sejarah umat manusia.

Tahun 2015, dunia akan memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Lokasi pencarian AirAsia berada di Laut Jawa. Dulu, di laut yang sama, Jepang bertempur antara lain dengan Amerika Serikat dan Australia. Rusia dan Tiongkok juga bertikai dengan Jepang pada perang besar tersebut.

Kini, selama hampir dua pekan, negara-negara itu bersama Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura bersatu padu membantu Indonesia. Di darat pun tak berbeda. Beberapa prajurit Rusia dan Amerika Serikat terlihat bersenda gurau. Sekat-sekat kebangsaan negara adikuasa runtuh berkat misi kemanusiaan. Di Pangkalan Udara Iskandar, mereka berbincang bak kawan lama.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun menyampaikan terima kasih atas bantuan itu.

"Personel negara-negara yang membantu pencarian AirAsia bekerja sangat keras. Kami sangat terbantu," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puji Jokowi soal Penanganan Pandemi, PDI-P: Pemerintahan Sebelumnya Terlalu Banyak Rapat

Puji Jokowi soal Penanganan Pandemi, PDI-P: Pemerintahan Sebelumnya Terlalu Banyak Rapat

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Lansia Rendah, Kemenkes Sebut karena Mispersepsi dan Hoaks

Vaksinasi Covid-19 Lansia Rendah, Kemenkes Sebut karena Mispersepsi dan Hoaks

Nasional
Jumlah Penumpang Transportasi Darat dan Laut di Daerah PPKM Level 1-2 Boleh 100 Persen

Jumlah Penumpang Transportasi Darat dan Laut di Daerah PPKM Level 1-2 Boleh 100 Persen

Nasional
Anggota Komisi III Usul Partai Politik Disanksi jika Kadernya Korupsi, tapi...

Anggota Komisi III Usul Partai Politik Disanksi jika Kadernya Korupsi, tapi...

Nasional
Irjen Suntana Ditunjuk Jadi Pelaksana Harian Kabaintelkam Polri

Irjen Suntana Ditunjuk Jadi Pelaksana Harian Kabaintelkam Polri

Nasional
Wapres Minta Santri Siap Berkontribusi Menggerakkan Ekonomi Nasional

Wapres Minta Santri Siap Berkontribusi Menggerakkan Ekonomi Nasional

Nasional
Menag Ingatkan Penyelenggara Perjalanan Patuhi Protokol Kesehatan Jika Umrah Sudah Diperbolehkan Arab Saudi

Menag Ingatkan Penyelenggara Perjalanan Patuhi Protokol Kesehatan Jika Umrah Sudah Diperbolehkan Arab Saudi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat Soroti Turunnya Kualitas Demokrasi hingga Proyek Kereta Cepat

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat Soroti Turunnya Kualitas Demokrasi hingga Proyek Kereta Cepat

Nasional
Empat Kader Terjerat Kasus Korupsi, Golkar Diminta Tempatkan Orang Berintegritas di Posisi Strategis

Empat Kader Terjerat Kasus Korupsi, Golkar Diminta Tempatkan Orang Berintegritas di Posisi Strategis

Nasional
Pergi ke Wilayah Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali Hanya Wajib Tunjukkan Satu Dokumen

Pergi ke Wilayah Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali Hanya Wajib Tunjukkan Satu Dokumen

Nasional
Aturan Perjalanan Terbaru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat tapi Harus Tes

Aturan Perjalanan Terbaru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat tapi Harus Tes

Nasional
Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak di Kalsel, Diperkirakan Bisa Tahan 100 Tahun

Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak di Kalsel, Diperkirakan Bisa Tahan 100 Tahun

Nasional
Saksi Sebut Pemprov DKI Tak Lagi Bahas soal Tanah di Munjul Setelah Perkaranya Disidangkan

Saksi Sebut Pemprov DKI Tak Lagi Bahas soal Tanah di Munjul Setelah Perkaranya Disidangkan

Nasional
Epidemiolog Dukung PCR Jadi Syarat Perjalanan Udara, Kapasitas Maksimal Sebaiknya Bertahap

Epidemiolog Dukung PCR Jadi Syarat Perjalanan Udara, Kapasitas Maksimal Sebaiknya Bertahap

Nasional
Aturan Baru Kemenhub: Kapasitas Penumpang Kereta Antarkota 70 Persen, KRL 32 Persen

Aturan Baru Kemenhub: Kapasitas Penumpang Kereta Antarkota 70 Persen, KRL 32 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.