Kompas.com - 03/01/2015, 19:54 WIB
Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan berbincang dengan GM Angkasa Pura 1, Trikora Harjo tentang pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak di kawasan Tanjung Pandan, Kalimantan, Minggu (28/12/2014). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQMenteri Perhubungan, Ignatius Jonan berbincang dengan GM Angkasa Pura 1, Trikora Harjo tentang pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak di kawasan Tanjung Pandan, Kalimantan, Minggu (28/12/2014).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan akhirnya mengakui bahwa proses briefing secara tatap muka antara flight operations officers (FOO) selama ini tidak diwajibkan sehingga proses tersebut boleh dilakukan dengan cara melalui e-mail ataupun melalui berkas fisik yang kemudian dibawa pilot.

"Itu belum diwajibkan (briefing tatap muka). Namun, setelah ini (kejadian jatuhnya AirAsia yang diduga tidak briefing tatap muka), Kementerian Perhubungan akan membuat aturan yang mewajibkan briefing dengan FOO secara tatap muka," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (3/1/2015).

Menurut Hadi, briefing tatap muka bukan dilakukan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melainkan cukup pilot yang akan terbang dengan FOO maskapai itu sendiri. Di dalam briefing tersebut, FOO menjelaskan kondisi cuaca dari data yang sudah diperoleh dari BMKG, jumlah penumpang, kondisi pesawat, dan sebagainya.

Hadi pun mengatakan, pihak maskapai tidak dipermasalahkan mengambil data cuaca dari BMKG dengan mengunduhnya di website ataupun mengambil secara fisik di kantor BMKG.

"Yang terpenting itu, maskapai harus mendapatkan informasi cuaca dari BMKG. Apakah men-download atau mengambil fisik. Setelah itu, dia (pilot briefing dengan FOO-nya), kan di situ ada kapten senior, di situ ada diskusi. Kalau selfbriefing tidak ada jaminan dia (pilot) membaca itu (laporan cuaca)," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sempat marah kepada salah satu Direktur AirAsia yang mengatakan briefing pilot sebelum penerbangan sebagai cara tradisional.

Hadi yang juga hadir dalam sidak tersebut juga mengatakan, mendengar jawaban tersebut Jonan tampak kesal dan kemudian memarahi sang direktur tersebut. "Kalau ada aturan, Anda harus patuh, jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda," ucap Jonan seperti disampaikan Hadi.

Setelah itu, Jonan langsung menanyakan kepada pilot yang juga berada di tempat tersebut apakah lebih suka di-briefing fisik mengenai cuaca sebelum terbang atau membaca sendiri cuaca dari BMKG. Para pilot pun menjawab lebih senang apabila diberikan briefing langsung oleh FOO. (Seno Tri Sulistiyono)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri PPPA: Implementasi Kesetaraan Gender pada Inpres 9/2000 Masih Sebatas Wacana

Menteri PPPA: Implementasi Kesetaraan Gender pada Inpres 9/2000 Masih Sebatas Wacana

Nasional
Satgas Sarankan Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan Dilakukan Pagi Hari

Satgas Sarankan Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan Dilakukan Pagi Hari

Nasional
Banyak Tokoh Elektabilitasnya Tinggi, Isu Presiden 3 Periode Dinilai Tak Perlu Ditakuti

Banyak Tokoh Elektabilitasnya Tinggi, Isu Presiden 3 Periode Dinilai Tak Perlu Ditakuti

Nasional
Kemenkumham Salurkan Bantuan Rp 800 Juta untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Indonesia

Kemenkumham Salurkan Bantuan Rp 800 Juta untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Indonesia

Nasional
Elektabilitas Airlangga Disebut Tertinggi, Golkar: Kerja Kerasnya Diketahui Publik

Elektabilitas Airlangga Disebut Tertinggi, Golkar: Kerja Kerasnya Diketahui Publik

Nasional
Persidangan Rizieq Shihab, dari Kerugian Bandara Soekarno-Hatta hingga Alasan Eks Kapolres Jakpus Tak Bubarkan Kerumunan

Persidangan Rizieq Shihab, dari Kerugian Bandara Soekarno-Hatta hingga Alasan Eks Kapolres Jakpus Tak Bubarkan Kerumunan

Nasional
Dua Warga Jakarta Selatan Masuk DPO Terduga Teroris

Dua Warga Jakarta Selatan Masuk DPO Terduga Teroris

Nasional
Kemensos Cegah Korupsi dengan Sistem Elektronik, Risma: Publik Bisa Koreksi Data

Kemensos Cegah Korupsi dengan Sistem Elektronik, Risma: Publik Bisa Koreksi Data

Nasional
Rabu Besok, Komisi IX DPR Akan Disuntik Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto

Rabu Besok, Komisi IX DPR Akan Disuntik Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto

Nasional
BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Nasional
Menpan RB: Capaian Pencegahan Korupsi di Perizinan dan Tata Niaga Cukup Tinggi

Menpan RB: Capaian Pencegahan Korupsi di Perizinan dan Tata Niaga Cukup Tinggi

Nasional
Kemenko PMK Dorong RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disahkan

Kemenko PMK Dorong RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disahkan

Nasional
Polisi Virtual Sudah Kirim Peringatan ke 200 Akun Media Sosial

Polisi Virtual Sudah Kirim Peringatan ke 200 Akun Media Sosial

Nasional
MUI: Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Kondisi Kesehatan Tetap Diperhatikan

MUI: Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Kondisi Kesehatan Tetap Diperhatikan

Nasional
Keaslian Rumah Achmad Soebardjo Diharapkan Tidak Berubah Setelah Ganti Pemilik

Keaslian Rumah Achmad Soebardjo Diharapkan Tidak Berubah Setelah Ganti Pemilik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X