Cuaca Buruk Menyebabkan AirAsia Rute Jakarta-Surabaya Mendarat di Denpasar

Kompas.com - 01/01/2015, 22:41 WIB
PK-AXC, Airbus A320-200 milik maskapai Indonesia AirAsia yang hilang pada Minggu (28/12/2014) pagi. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPK-AXC, Airbus A320-200 milik maskapai Indonesia AirAsia yang hilang pada Minggu (28/12/2014) pagi.
EditorBayu Galih

DENPASAR, KOMPAS.com - Pesawat AirAsia Indonesia rute Jakarta-Surabaya mendarat secara mendadak di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pengalihan ini dilakukan karena pesawat itu tidak bisa melakukan pendaratan secara baik di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Communications Manager AirAsia Indonesia, Audrey Progastama Petriny membenarkan pesawat tersebut pada hari ini sempat mendarat tiba-tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Namun, pada pukul 19.00 WIB seluruh penumpang sudah mendarat dengan baik di Bandara Internasional Juanda.

"Pesawat kami memang mengalami kendala saat mau landing (mendarat) di Juanda. Faktor penyebabnya, di bandara tersebut sedang terkena hujan deras akibat cuaca buruk pada hari ini," ucapnya, dihubungi dari Surabaya, Kamis malam (1/1/2014) seperti dikutip dari Antara.

Meski begitu, imbau dia, masyarakat transportasi tidak perlu khawatir dengan kejadian tersebut. Sebab, Audrey menilai maskapai penerbangan itu selalu menjunjung tinggi komitmen untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Bahkan, siap melakukan segala upaya demi kenyamanan seluruh penumpang.

"Seperti pendaratan mendadak hari ini, kami tetap bertanggung jawab dan menerbangkan seluruh penumpang ke Surabaya dengan selamat. Mereka diterbangkan dengan pesawat yang sama dari Denpasar ke Surabaya, walaupun terpaksa menunggu kondisi cuaca di Bandara Internasional Juanda membaik," tuturnya.

Secara umum, tambah dia, dengan adanya sejumlah kejadian yang menimpa maskapai penerbangan itu maka AirAsia Indonesia menginformasikan bahwa seluruh penerbangan maskapai ke rute domestik dan internasional tetap beroperasi normal.

"Kami tidak pernah mengeluarkan surat yang mengatasnamakan Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko terkait perubahan jadwal, maupun pembatalan penerbangan. Khususnya setelah hilangnya kontak Pesawat QZ8501 rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu lalu (28/12)," ucapnya.

Sementara itu, kata dia, AirAsia memiliki kebijakan untuk memberikan notifikasi kepada seluruh penumpang terkait perubahan maupun pembatalan jadwal penerbangan. Tepatnya, sebelum tanggal efektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Notifikasi tersebut akan disampaikan melalui telepon, surat elektronik maupun pesan singkat yang dikirim oleh tim pre-flight kami," ujarnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini AirAsia Indonesia melayani penerbangan melalui lima hub (bandara penghubung) yang berada di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan Medan. Pada kurun waktu 10 tahun, AirAsia Indonesia telah menerbangkan lebih dari 40 juta penumpang.

"Kini kami menerapkan kebijakan single fleet dengan mengoperasikan 29 unit pesawat yang seluruhnya adalah Airbus A320. Sampai sekarang, kami telah mengoperasikan 33 rute, 21 rute internasional, dan 12 rute domestik," tuturnya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

Nasional
Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Nasional
Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Nasional
Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Nasional
Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Nasional
Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Nasional
Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Nasional
Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Nasional
Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Nasional
Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Nasional
Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Nasional
Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Nasional
Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X