Kompas.com - 24/12/2014, 08:00 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu di GOR Ciracas, Jakarta, Senin (22/12/2014) Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu di GOR Ciracas, Jakarta, Senin (22/12/2014)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan tokoh-tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Rabu (24/12/2014) pagi. Pada pukul 08.00 WIB, Presiden Jokowi akan terlebih dulu menyambangi Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat. Sejumlah menteri Kabinet Kerja juga akan ikut mendampingi Jokowi.

Jokowi dijadwalkan selama 30 menit berada di Kantor PBNU. Selanjutnya, pada pukul 08.30 WIB, ia akan bertemu pimpinan PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud membenarkan rencana kunjungan Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

"Benar Pak Jokowi akan bersilaturahim ke PBNU, besok pagi jam delapan. Sore tadi sekitar pukul enam kami mendapatkan konfirmasi dari Mensesneg," kata Marsudi, di Jakarta, Selasa (23/12/2014) malam, seperti dikutip Tribunnews.com.

Marsudi menambahkan, kunjungan Jokowi ke PBNU bukan atas undangan PBNU, melainkan keinginan pribadi Presiden.

"Serba dadakan, tapi kami sudah siap menerima kedatangan Presiden," tambahnya.

Terkait materi apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan dengan Presiden, Marsudi mengatakan, belum ada pemberitahuan resmi soal itu.

"Yang disampaikan ke kami, Pak Jokowi ingin bersilaturahim ke PBNU dan lazimnya kedatangan seorang tamu, kami wajib menerimanya," kata Marsudi.

Sementara itu, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra mengatakan, ada beberapa masukan yang akan disampaikan ke Jokowi sebagai sumbangsih untuk kemajuan negara.

"Salah satu yang akan kami sampaikan adalah dukungan ke Presiden. NU sepenuhnya mendukung kebijakan pro-rakyat Presiden ke rakyat. Salah satunya terkait hukuman ke terpidana extra-ordinary crime, pengedar narkoba, kami minta dihukum seberat-beratnya," papar Bina.

Adapun sehari menjelang libur hari Natal, agenda kegiatan Jokowi hari ini cukup padat. Selepas silaturahim ke NU dan Muhammadiyah pada pagi hari, Jokowi akan menjalani serangkaian rapat dan pertemuan hingga sore hari.

Pada pukul 10.00 WIB, Presiden menggelar rapat terbatas membahas soal narkoba, persiapan hari Natal, dan juga nelayan. Kemudian, pada pukul 12.00, Presiden secara khusus akan menerima Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Setengah jam kemudian, Presiden menerima Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Pada pukul 13.00 WIB, Jokowi akan menggelar rapat terbatas membahas soal bahan bakar minyak bersubsidi. Kegiatan Jokowi akan diakhiri dengan rapat pada pukul 16.00 dengan agenda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.