Konsolidasi, Langkah Terdepan Kepengurusan Golkar Versi Agung Laksono

Kompas.com - 08/12/2014, 04:43 WIB
Kompas.com/Indra Akuntono Ketua Presidium Penyelamat Partai Golongan Karya Agung Laksono, memberi sambutan di Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsolidasi akan jadi langkah pertama dari kepengurusan Golkar versi Presidium Penyelamat Partai Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono sebagai ketua umumnya.

"Kami akan mulai rapat konsolidasi setelah munas. Bagaimana bentuknya akan kami tetapkan. Kami akan konsolidasi, demikian juga dengan fraksi di DPR," kata Agung seusai terpilih menjadi ketua umum, Senin (8/12/2014) dini hari.

Konsolidasi organisasi, tegas Agung, merupakan langkah terdepan dari kepengurusannya. Dia pun menegaskan tak menganggap ada pemecatan kader yang dilakukan oleh kepengurusan versi Aburizal Bakrie. "Kami tidak akui hasil (munas) di Bali. Karenanya kami tidak pernah merasa dipecat," ujar dia.

Terlebih lagi, lanjut Agung, munas yang digelar kubu Aburizal di Bali juga keliru. "Munas itu bukan lembaga yang diberikan wewenang untuk memecat (kader). Munus itu justru untuk memberikan tugas rehabilitasi. Direhab, bukan dipecat," kata dia.


Agung terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas IX Golkar versi Presidium Penyelamat Partai Golkar, Senin dini hari, yang digelar di Ancol, Jakarta. Pemilihan dengan pemungutan suara ini mengajukan tiga calon. Selain Agung, kandidat lain adalah Priyo Budi Santoso dan Agus Gumiwang.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X