Serahkan LHKPN ke KPK, Berapa Jumlah Harta Kekayaan Menteri Susi?

Kompas.com - 03/12/2014, 21:37 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti SABRINA ASRIL/KOMPAS.comMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Berapa jumlah harta kekayaan Susi? Ketika ditanya soal ini, ia mengaku tidak tahu. 

"Tidak tahu. Tidak dibuka tadi," ujar Susi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Menurut Susi, harta kekayaan yang dimilikinya tidak besar. Kekayaannya, kata Susi, tak sebanyak aset yang dimiliki sejumlah perusahaannya. Susi memiliki pabrik pengolahan ikan bernama PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan perusahaan alat transportasi udara, PT ASI Aviation.

"Kalau pribadi ya tidak punya (banyak uang). Saya punyanya perusahaan yang (uangnya) banyak," kata Susi.


Susi merupakan menteri ke-18 yang menyerahkan LHKPN kepada KPK. Sebelum Susi, menteri-menteri yang telah melaporkan kekayaannya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar; Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri; Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir; Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan; Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono; serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah AAGN Puspayoga.

Para menteri lainnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi; Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro; Menteri Kesehatan Nila Moeloek; Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil; Menteri Pariwisata Arief Yahya; Menteri Pertanian Amran Sulaiman; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi; Menteri Sekretaris Negara Andi Widjajanto; Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo; serta Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Selain melaporkan harta kekayaan, Susi mengaku bertemu dengan pimpinan KPK untuk membahas penangkapan ikan secara ilegal. Namun, saat ditanya lebih jauh soal hasil perbincangan terkait hal tersebut, Susi memilih tak menjawabnya dan langsung menuju ke mobil dinasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X