Berkas Perkara Mantan Waka Korlantas Hampir Rampung

Kompas.com - 12/11/2014, 07:38 WIB
Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Brigjen (Pol) Didik Purnomo, kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (26/8/2014). Didik diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAMantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Brigjen (Pol) Didik Purnomo, kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (26/8/2014). Didik diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan, berkas perkara mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo hampir selesai. Didik merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian SIM. Ia berstatus tersangka sejak 1 Agustus 2012. Ia resmi menjadi tahanan KPK pada Selasa, (11/11/2014).

"Ini (penahanan Didik) perpanjangan. Proses pemberkasan perkaranya sudah hampir selesai," ujar Johan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa malam.

Sedianya pada awal menjalani masa tahanan, seseorang akan ditahan selama 20 hari. Namun, kata Johan, Didik akan ditahan selama 30 hari karena ditambah sisa masa tahanan di Mabes Polri.

Sebelumnya, kasus yang menjerat Didik ditangani Polri sehingga dia terlebih dahulu menjadi tahanan di Bareskrim Polri. Johan mengatakan, saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan kepada KPK sehingga penahanan pun dilanjutkan di Rumah Tahanan KPK.

"Ini karena  pernah ditahan di Mabes Polri. Ini perpanjangan ketiga selama 30 hari," kata Johan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Didik, Joelbaner Toendan keberatan atas penahanan Didik oleh KPK. Menurut dia, saat ini kliennya masih menjalani proses penyidikan di Bareskrim dan juga menjalani masa tahanan di sana.

"Waktu diperiksa Bareskrim, sudah ditahan 90 hari, lalu 20, 40, 30 hari. Itu masih dalam proses penyidikan di Bareskrim," ujar Toendan.

Meskipun bolak-balik diperiksa oleh KPK selama dua tahun, Didik baru ditahan pada Senin kemarin. KPK beralasan, penyidik menganggap penahanan belum perlu dilakukan. Mereka akan menahan Didik apabila upaya tersebut diperlukan.

Penetapan Didik sebagai tersangka dilakukan bersamaan dengan penetapan mantan Kakorlantas, Irjen Djoko Susilo, sebagai tersangka. Kini, Djoko menjalani masa hukuman setelah divonis 18 tahun penjara.

Didik ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait proyek simulator SIM. Perbuatan itu diduga dilakukan bersama Djoko, serta Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto.

KOMPAS.com/Abba Gabrillin Komik berjudul

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua komikus asal Yogyakarta, Eko Prasetyo dan Terra Bajraghosa membuat komik yang membawa pesan tentang penyelesaian kasus-kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Komik ini diharapkan bisa menjadi media pengingat akan sejumlah kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Nasional
Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Nasional
Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19,  Sempat Didiagnosa Tifus

Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19, Sempat Didiagnosa Tifus

Nasional
Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Nasional
Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Nasional
Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Nasional
KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

Nasional
Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Nasional
Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Nasional
Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Nasional
Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Nasional
Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Nasional
Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Nasional
Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Nasional
Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X