Dua Tahun Jadi Tersangka Kasus Simulator SIM, Brigjen Didik Akhirnya Ditahan KPK

Kompas.com - 11/11/2014, 16:15 WIB
Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Brigjen (Pol) Didik Purnomo, kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (26/8/2014). Didik diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Brigjen (Pol) Didik Purnomo, kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (26/8/2014). Didik diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo langsung ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (11/11/2014), setelah diperiksa selama lima jam. Didik Purnomo keluar dari gedung KPK dengan mengenakan baju tahanan KPK serupa rompi berwarna oranye.

Didik berusaha menerobos kerumunan wartawan yang menanyakan mengenai status hukumnya. Tanpa berkomentar apa pun, dia berjalan tergesa menuju mobil tahanan yang telah menunggunya di depan gedung.

Didik langsung diantar menggunakan mobil tersebut menuju rumah tahanan KPK di basement gedung KPK. Saat keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah tahanan, Didik masih bungkam sambil terus menunduk.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha membenarkan bahwa Didik resmi ditahan pada hari ini.

"Iya, (ditahan) di KPK," ujar Priharsa.

Didik ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian SIM sejak 1 Agustus 2012. Meskipun bolak-balik diperiksa oleh KPK selama dua tahun, Didik baru ditahan pada hari ini.

Saat itu, KPK beralasan, penyidik menganggap penahanan belum perlu dilakukan. Mereka akan menahan Didik apabila upaya tersebut diperlukan. (Baca: Ini Alasan KPK Belum Tahan Mantan Waka Korlantas Brigjen Polisi Didik Purnomo)

Penetapan Didik sebagai tersangka dilakukan bersamaan dengan penetapan mantan Kakorlantas, Irjen Djoko Susilo, sebagai tersangka. Kini, Djoko menjalani masa hukuman setelah divonis 18 tahun penjara. (Baca: Putusan Berkekuatan Hukum Tetap, KPK Eksekusi Djoko Susilo)

Didik ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait proyek simulator SIM.

Perbuatan itu diduga dilakukan bersama Djoko, serta Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X