Polda Metro Jaya Bantah Hentikan Penyidikan Terkait Laporan Antasari

Kompas.com - 11/11/2014, 16:07 WIB
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, saat ditemui di ruang tunggu tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014). Antasari kembali mengajukan sidang praperadilan terkait SMS gelap, yang menjadi bukti dalam persidangan soal kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari. KOMPAS.com/Abba GabrillinMantan Ketua KPK Antasari Azhar, saat ditemui di ruang tunggu tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014). Antasari kembali mengajukan sidang praperadilan terkait SMS gelap, yang menjadi bukti dalam persidangan soal kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pihak Polda Metro Jaya yang diwakili kuasa hukumnya, Ajun Komisaris Besar Triono dan Budi Setiawan, membantah bahwa kepolisian telah menghentikan penyidikan terhadap laporan Antasari Azhar yang dibuat pada tahun 2011 lalu. Hal itu disampaikan saat pembacaan jawaban tertulis dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).

"Jika praperadilan ini diajukan terkait dengan adanya penghentian penyidikan, atau SP3 yang merupakan produk hukum termohon II (Polda Metro Jaya), maka terhadap SP3 nomor berapa, dan terhadap perkara apa?" ujar Triono saat membacakan jawaban Polda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya belum pernah mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) seperti yang dimaksud Antasari. Menurut dia, penyidik Polda telah menindaklanjuti laporan Antasari.

Triono menyebutkan, penyidik telah melengkapi admisnistrasi penyidikan serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor. Selain itu, penyidik juga telah dua kali mengirim surat pemberitahuan perkembangan penyidikan kepada pemohon, dalam hal ini Antasari, melalui kuasa hukumnya.

Meski demikian, baik Antasari maupun kuasa hukumnya mengatakan, hingga saat ini kepolisian tidak menindaklanjuti penyidikan terhadap laporan yang dibuat pada tahun 2011. Antasari juga mempertanyakan penyidik yang tidak pernah memanggilnya sebagai saksi korban.

"Waktu sidang praperadilan tahun lalu, penyidik bilang belum hentikan penyelidikan. Tapi kenapa saya tetap didakwa, logika saya di situ," kata Antasari.

Antasari terseret kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Berdasarkan keterangan dua saksi, Antasari disebut mengirim SMS bernada ancaman kepada Nasrudin. Namun, keberadaan SMS itu tidak dapat dibuktikan di pengadilan.

Meski demikian, Antasari tetap dihukum bersalah dan harus menjalani kurungan 18 tahun penjara. SMS itu disebut dikirim Antasari setelah Nasrudin memergoki Antasari berduaan dengan Rani Juliani di Hotel Gran Mahakam, Jakarta. Adapun SMS yang disebut dikirim oleh Antasari itu berisi, "Maaf mas, masalah ini cukup kita berdua saja yang tahu. Kalau sampai ter-blow up, tahu konsekuensinya."

Antasari mengaku tidak pernah mengirim SMS bernada ancaman kepada Nasrudin. Kemudian, ia melaporkan kasus SMS gelap itu ke Bareskrim Polri untuk mengetahui apakah SMS itu benar ada dan siapa pengirimnya. Setelah itu, kewenangan penyidikan kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persiapan New Normal di 4 Provinsi, Akan Diperluas jika Efektif

Persiapan New Normal di 4 Provinsi, Akan Diperluas jika Efektif

Nasional
Hadapi Arus Balik. Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Hadapi Arus Balik. Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Nasional
Perintah Kapolri, Operasi Ketupat Diperpanjang hingga 7 Juni 2020

Perintah Kapolri, Operasi Ketupat Diperpanjang hingga 7 Juni 2020

Nasional
Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan New Normal di Mal Summarecon Bekasi

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan New Normal di Mal Summarecon Bekasi

Nasional
Saat Muhadjir Silaturahim Virtual Bersama Pegawai Kemenko PMK

Saat Muhadjir Silaturahim Virtual Bersama Pegawai Kemenko PMK

Nasional
Ketua MPR Minta Penerapan Panduan Pencegahan Covid-19 Kemenkes Tak Tumpang Tindih

Ketua MPR Minta Penerapan Panduan Pencegahan Covid-19 Kemenkes Tak Tumpang Tindih

Nasional
Ini Indikator Penentu Sebuah Daerah Siap Lakukan Aktivitas Sosial Ekonomi Saat 'New Normal'

Ini Indikator Penentu Sebuah Daerah Siap Lakukan Aktivitas Sosial Ekonomi Saat "New Normal"

Nasional
Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Pembatasan Transportasi Mudik dan Arus Balik Lebaran

Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Pembatasan Transportasi Mudik dan Arus Balik Lebaran

Nasional
YLKI: Rencana Pembukaan Kembali Mal pada 5 Juni Terlalu Gegabah

YLKI: Rencana Pembukaan Kembali Mal pada 5 Juni Terlalu Gegabah

Nasional
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti, Ditjen PAS: Pintu Dikunci dari Dalam

Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti, Ditjen PAS: Pintu Dikunci dari Dalam

Nasional
Masyarakat Sumatera Utara yang Mudik Diimbau Tak Kembali ke Jakarta

Masyarakat Sumatera Utara yang Mudik Diimbau Tak Kembali ke Jakarta

Nasional
Anggota Komisi III DPR: Kita Tidak Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Anggota Komisi III DPR: Kita Tidak Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Nasional
Komisi X Minta Ada Simulasi Protokol Kesehatan Sebelum Sekolah Dibuka

Komisi X Minta Ada Simulasi Protokol Kesehatan Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Cegah Penularan Covid-19, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Tak Kembali ke Perantauan

Cegah Penularan Covid-19, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Tak Kembali ke Perantauan

Nasional
Usai Idul Fitri, Kemenko Perekonomian Bersiap Pulihkan Ekonomi

Usai Idul Fitri, Kemenko Perekonomian Bersiap Pulihkan Ekonomi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X