Kompas.com - 08/11/2014, 17:27 WIB
|
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir gerakan Pramuka yang disebutnya tidak lagi mandiri. JK meminta agar Pramuka bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada pemerintah.

"Sekarang kalau tidak masuk APBD, marah. Pramuka kerjanya jangan kirim-kirim proposal aja," tukas JK saat memberikan sambutan Rakornas Kwarda Gerakan Pramuka di Jakarta, Sabtu (8/11/2014).

Dengan kebiasaan itu, JK mengatakan gerakan Pramuka dianggap sebagai organisasi pemerintahan. Padahal, Pramuka seharusnya sebagai organisasi mandiri.

"Itu bukan jiwa Pramuka. Kalau mau buat gedung, jangan apa-apa dikerjakan kontraktor, pemda, itu birokrasi namanya. Kalau mau, ikut serta dong. Pramuka itu kerja keras," ucap dia.

JK membandingkan gerakan Pramuka dengan Palang Merah Indonesia (PMI). JK menyebutkan dengan bantuan pemerintah yang hanya Rp 2 miliar per tahun, PMI berhasil memiliki fasilitas untuk kegiatan evakuasi.

"Itu dibantu juga dengan CSR perusahaan. Jadi jual lah kegiatan, jangan jual nama. Nanti mereka pasti mau bantu," ungkap JK yang masih merangkap sebagai Ketua Umum PMI tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.