Kompas.com - 07/11/2014, 18:01 WIB
Pemain film sekaligus anggota DPR RI, Rachel Maryam Sayidina didampingi suaminya, Edwin Aprihandono melakukan konferensi pers terkait pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang di salah satu jejaring sosial, di Bird Cage Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).  TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA Pemain film sekaligus anggota DPR RI, Rachel Maryam Sayidina didampingi suaminya, Edwin Aprihandono melakukan konferensi pers terkait pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang di salah satu jejaring sosial, di Bird Cage Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR  Fraksi Gerindra Rachel Maryam minta peluncuran 'kartu sakti' presiden Joko Widodo ditunda. Menurut Rachel, program yang disebut-sebut andalan pemerintah tersebut masih diliputi sejumlah persoalan mendasar.

"Ditunda dulu. Direncanakan dulu ya dengan baik dan matang," ujar Rachel melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (7/11/2014).

"Toh ini bukan keadaan yang mendesak kan. KIS (Kartu Indonesia Sehat) sudah ada BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang fungsinya sama. Untuk KIP (Kartu Indonesia Pintar) ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Mandiri)," lanjut dia.

Persoalan mendasar yang dimaksudnya yakni tiadanya payung hukum program 'kartu sakti' tersebut. Padahal, seluruh program kebijakan pemetintah memerlukan payung hukum agar kebijakan itu legal sesuai hukum dan tidak menjadi persoalan di kemudian hari.

Rachel mengerti bahwa Jokowi-JK ingin cepat-cepat merealisasikan janji kampanye kepada masyarakat. Apalagi, wacana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah semakin santer terdengar dan 'kartu sakti' itu disebut-sebut sebagai jaring pengaman ekonominya.

"Namun, tetap saja ini harus direncanakan secara matang dan membuat payung hukum. Kalau seperti ini ada kesan pemerintah Jokowi terlalu buru-buru dan gegabah," lanjut Rachel.

Diberitakan, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera, beberapa waktu lalu. Program itu menuai kritik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kritik dilontarkan politisi PKS Fahri Hamzah. Dia memertanyakan tender fisik kartu pada kartu sakti itu. Sebab, program itu tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan DPR RI.

"Kartunya saja itu kan mesti ditender. Kartu itu satu bisa seharga Rp 5.000. Ini Rp 5.000 kali 15 juta orang, sudah berapa coba?" ujar Fahri di kompleks parlemen, Rabu (5/11/2014).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.