Datangi KPK, Menko Perekonomian Laporkan Harta Kekayaannya - Kompas.com

Datangi KPK, Menko Perekonomian Laporkan Harta Kekayaannya

Kompas.com - 06/11/2014, 11:24 WIB
TRIBUN NEWS / DANY PERMANA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memperbaharui laporan harta kekayaannya. Ia tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB, dengan menumpang mobil dinas menteri Toyota Crown Royal Saloon bernomor polisi RI 16.

"Baru sepuluh hari ya (setelah dilantik), kan masih boleh sampai akhir bulan (melaporkan harta kekayaan)," kata Sofyan sebelum masuk ke gedung KPK.

Sofyan menjelaskan, lima tahun terakhir, ia berada di luar pemerintahan dan berkecimpung di dunia profesional. Setelah ditunjuk sebagai menteri, Sofyan lalu melepas 12 jabatan di perusahaan swasta. Namun, Sofyan enggan menyebut berapa nilai hartanya terakhir.

"Alhamdulillah sebagai profesional cukup lumayan gitu, ya," ujarnya.

Sofyan mengaku sebelumnya sudah empat kali melaporkan harta kekayaannya, yakni tahun 2001, 2004, 2007, dan 2009.

"Waktu 2007 kan pergantian dari Menkominfo menjadi Menteri BUMN, 2009. Selesai tugas saya lapor lagi," ujar Sofyan.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di situ acch.kpk.go.id, laporan terakhir harta kekayaan Sofyan yang dipublikasi, yakni pada 1 November 2004. Jumlah harta kekayaannya saat itu sebesar Rp 5.218.428.924 dan 91.670 dolar Amerika.

Hingga kini, sebanyak empat menteri di Kabinet Kerja yang telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Selain Sofyan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi telah menyerahkan laporan hartanya ke KPK.

Namun, format laporan yang diberikan Yuddy tidak sesuai dengan format yang ditetapkan KPK sehingga masih harus memperbaikinya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Terkini Lainnya

Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Megapolitan
Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Internasional
Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Nasional
Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Internasional
Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Megapolitan
Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Megapolitan
Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

Megapolitan
Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Regional
Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Regional
PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

Internasional
Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Megapolitan
Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Regional
Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Nasional
Fakta Rumah Klasik 'Bohemian Rapsody' di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Fakta Rumah Klasik "Bohemian Rapsody" di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Regional
Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Nasional

Close Ads X