Mendongengi Presiden Jokowi

Kompas.com - 01/11/2014, 16:02 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Desa Gurukinayan, Karo,Rabu (29/10). Blusukan perdana Presiden Indonesia Joko Widodo ke Tanah Karo tersebut, melihat kondisi pengungsi erupsi Gunung Sinabung serta memberikan bantuan dan mencari solusi penyelesaian proses relokasi bagi warga korban Sinabung. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJIPresiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Desa Gurukinayan, Karo,Rabu (29/10). Blusukan perdana Presiden Indonesia Joko Widodo ke Tanah Karo tersebut, melihat kondisi pengungsi erupsi Gunung Sinabung serta memberikan bantuan dan mencari solusi penyelesaian proses relokasi bagi warga korban Sinabung.
EditorSandro Gatra

Oleh: 

KOMPAS.com - PASAR Kranggan di Yogyakarta tiba-tiba gempar. Seorang pedagang beras jatuh pingsan. Padahal, baru saja si pedagang memarahi sopir mobil jip yang menurunkan karung-karung beras miliknya dan langsung pergi.

Rupanya si sopir enggan menerima ongkos mobil yang ditumpanginya dari arah Kaliurang itu. Pedagang beras itu ngomel-ngomel, mengira ongkosnya terlalu sedikit. Seorang polisi menghampiri, ”Apakah Mbakyu tahu, siapa sopir tadi?”

Masih emosional, bakul beras itu menjawab cuek, ”Sopir ya sopir. Tak perlu tahu namanya. Memang sopir satu itu agak aneh.”

”Kalau Mbakyu belum tahu,” ujar pak polisi, ”Sopir tadi adalah Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini.” Pedagang beras itu tak bersuara lagi. Tubuhnya lunglai terjerembab di tanah.

Kisah 68 tahun silam yang dituturkan SK Trimurti, wartawati dan tokoh pergerakan yang menjadi Menteri Perburuhan (1947-1948), dalam buku Tahta untuk Rakyat (1982) itu saya baca ulang saat menyaksikan pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada 20 Oktober silam. Niatnya, agar kisah itu bisa dijadikan sebagai alarm pengingat bagi Jokowi-JK saat memulai memimpin bangsa ini yang ditandai dengan penyambutan pesta rakyat besar-besaran.

Seorang pemimpin adalah mereka yang sudah selesai dengan tetek-bengek urusan pribadi, keluarga, kelompok, partai. Kehebatan pemimpin bukan saat berpidato berapi-api atau saat bertitah, melainkan saat melayani rakyat, rame ing gawe, sepi ing pamrih (banyak bekerja, tanpa memikirkan imbalan). Pemimpin yang baik mengutamakan pengabdian (bakti) dan kebajikan (virtue), bukan puja-puji (praise).

Khalifah Umar bin Katthab (634-644) gemetar ketika dianggap tidak peduli rakyat. Sepulang dari negeri Syam (kira-kira wilayah Suriah), secara incognito khalifah mampir ke gubuk seorang nenek di pinggiran Madinah. Saat ditanya tentang pemerintahan khalifah, nenek itu bilang khalifah tidak perlu dibalas dengan kebaikan. Sebab, sejak memerintah, khalifah tidak pernah memberinya uang sedirham pun. Jika khalifah tidak tahu? ”Demi Tuhan, aku tidak mengira ada seseorang yang bertanggung jawab terhadap orang lain, tapi ia tidak tahu keadaan mereka,” jawab si nenek. Khalifah masygul, dan akhirnya menebus ”kesalahan” dengan memberikan uang kepada nenek tersebut.

Sayang, di negeri ini banyak pemimpin, bukan saja tidak amanah, tetapi malah merampok uang rakyat. Hingga September 2014, ada 300-an kepala daerah, 3.600-an anggota parlemen, bahkan 48 anggota parlemen periode 2014-2019 terjerat korupsi.

Parahnya, DPR masih terbelah, meributkan kekuasaan di alat kelengkapan DPR, antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), buntut rivalitas pilpres. Hingga ada insiden meja terjungkal yang sangat memalukan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X