Parpol Koalisi Diminta Tak Tekan Jokowi dalam Susun Kabinet

Kompas.com - 25/10/2014, 14:48 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkatan Udara menggelar jumpa pers di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014). Jumpa pers ini terkait pembaharuan alutsista, intelejen negara, dan juga kesejahteraan anggota TNI dan Polri. TRIBUNNEWS/HERUDINPresiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkatan Udara menggelar jumpa pers di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014). Jumpa pers ini terkait pembaharuan alutsista, intelejen negara, dan juga kesejahteraan anggota TNI dan Polri.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran (Fisipol Unpad) Obsatar Sinaga menilai ada tarik menarik antar-partai pendukung yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) lamban mengumumkan susunan kabinetnya.

Menurut Obsatar, tarik menarik di kabinet semakin kencang setelah partai Koalisi Indonesia Hebat gagal menguasai parlemen.

"Kader partai pendukung Jokowi tidak mendapat posisi di parlemen, makanya mereka meminta tempat di kabinet," kata Obsatar, saat dihubungi, Sabtu (25/10/2014).

Selain itu, kata Obsatar, tarik menarik juga terjadi setelah ada rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait calon menteri yang berpotensi bermasalah. Akhirnya, kata dia, susunan kabinet kembali diubah dan perlu ada kesepakatan ulang dari partai pendukung.

Dalam analisanya, Obsatar menduga partai pendukung Jokowi meminta lebih dari satu kursi jika tak mendapat posisi menteri koordinator. Permintaan ini tentu bukan perkara mudah untuk dipenuhi sehingga negosiasi kembali terjadi dan memakan waktu.

"Ada kepentingan partai setelah nama-nama yang disusun ditolak KPK. Harusnya Jokowi jangan ditekan, karena dia pilihan rakyat," ujarnya.

Sejak Jumat (24/10/2014) malam hingga Sabtu dini hari, para pewarta di Istana berkumpul karena ada informasi bahwa Jokowi akan mengumumkan kabinetnya. (baca: Jokowi Sebut Penilaian KPK Jadi Alasan Belum Umumkan Kabinet)

Bahkan, pada Rabu (23/10), sudah disiapkan panggung yang rencananya akan dipakai untuk mengumumkan kabinet. (baca: Tempat Pengumuman Kabinet Jokowi di Tanjung Priok Dibongkar)

Terakhir, mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto mengatakan, pengumuman kabinet akan dilakukan pada Minggu (26/10/2014) petang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X