Kompas.com - 24/10/2014, 16:25 WIB
Luhut Panjaitan bersama Joko Widodo di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/6/2014). KOMPAS.com/Indra AkuntonoLuhut Panjaitan bersama Joko Widodo di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Penulis Icha Rastika
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, jika ada kader Golkar dipilih sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka yang bersangkutan bukan mewakili Partai Golkar. Aburizal mengaku sudah menegaskan hal itu kepada Jokowi.

"Kalau Pak Luhut (Binsar Panjaitan), tentu tidak atas nama partai, dia profesional," kata Aburizal di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2014), seusai bertemu dengan Jusuf Kalla.

Aburizal mengapresiasi jika ada kader Golkar yang bisa berbakti kepada negara sebagai menteri.

"Bagus dong kalau ada yang diminta untuk berbakti kan bagus. Tapi kalau Golkar seperti yang saya jelaskan bersama Pak Jokowi kan tidak menyebut itu wakil dari Golkar. Kalau dia orang Golkar memberikan dharmabakti-nya kan bagus," tutur Aburizal.

Luhut sebelumnya sudah menyampaikan surat resmi mundur sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar terhitung tanggal 21 Mei 2014. Dalam suratnya, Luhut tidak menyebut keluar dari keanggotaan Partai Golkar.

Saat itu, Luhut memilih mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Sementara Golkar saat itu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Luhut sudah bertemu Jokowi selama lebih kurang satu jam pada Kamis (23/10/2014) siang, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Seusai bertemu Jokowi, Luhut enggan berbicara soal isi pertemuan. (baca: Luhut: Susun Menteri, Jokowi Tidak Tertekan)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diisukan Duet dengan Anies di Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Saya Fokus untuk Parekraf

Diisukan Duet dengan Anies di Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Saya Fokus untuk Parekraf

Nasional
Pemerintah Percepat Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

Pemerintah Percepat Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

Nasional
Azis Syamsuddin Dikabarkan Berstatus Tersangka, Golkar Hargai Proses Hukum di KPK

Azis Syamsuddin Dikabarkan Berstatus Tersangka, Golkar Hargai Proses Hukum di KPK

Nasional
20 Tersangka Kasus Peredaran Uang Palsu Ditangkap, Polisi: Ada yang Residivis

20 Tersangka Kasus Peredaran Uang Palsu Ditangkap, Polisi: Ada yang Residivis

Nasional
Komisi VIII DPR Ingatkan Perlunya Mitigasi jika Ada Siswa atau Guru Positif Covid-19

Komisi VIII DPR Ingatkan Perlunya Mitigasi jika Ada Siswa atau Guru Positif Covid-19

Nasional
Sebaran 160 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Aceh

Sebaran 160 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Aceh

Nasional
Menduga di Jabar, Polisi Dalami Lokasi Pembuatan Uang Palsu Dollar AS

Menduga di Jabar, Polisi Dalami Lokasi Pembuatan Uang Palsu Dollar AS

Nasional
Menurut KPU, Hal Ini Harus Diperbaiki untuk Cegah KPPS Meninggal Saat Pemilu 2024

Menurut KPU, Hal Ini Harus Diperbaiki untuk Cegah KPPS Meninggal Saat Pemilu 2024

Nasional
Lewat Program Pejuang Muda, Mensos Ajak Mahasiswa “Baca” Masa Depan

Lewat Program Pejuang Muda, Mensos Ajak Mahasiswa “Baca” Masa Depan

Nasional
UPDATE: 46.980.347 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE: 46.980.347 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Kemenkes Sebut Mayoritas Nakes Pakai Moderna ketimbang AstraZeneca sebagai Vaksin 'Booster'

Kemenkes Sebut Mayoritas Nakes Pakai Moderna ketimbang AstraZeneca sebagai Vaksin "Booster"

Nasional
UPDATE 23 September: Ada 353.860 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 September: Ada 353.860 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 23 September: 47.997 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 September: 47.997 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Tambah 248.125, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 37.348.941

UPDATE: Tambah 248.125, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 37.348.941

Nasional
UPDATE 23 September: Kasus Sembuh Covid-19 Tambah 4.386, Total Jadi 4.012.448

UPDATE 23 September: Kasus Sembuh Covid-19 Tambah 4.386, Total Jadi 4.012.448

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.