Kompas.com - 16/10/2014, 10:12 WIB
Panglima TNI Jenderal Moeldoko, seusai menghadiri upacara wisuda Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karir di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (26/8/2014).

KOMPAS.com/Ika FitrianaPanglima TNI Jenderal Moeldoko, seusai menghadiri upacara wisuda Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karir di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (26/8/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait rencana Syukuran Rakyat untuk menyambut pelantikan presiden terpilih Joko Widodo, Panglima TNI dan Kapolri menghimbau masyarakat tidak berlebihan.

"Saya imbau masyarakat yang ingin lakukan kegiatan syukuran pesta, agar tak berlebihan, karena bisa menggangu pelantikan. Seadanya saja, agar semua berjalan aman dan nyaman," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko, seusai memimpin apel siaga prajurit TNI, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2014) pagi.

Moeldoko mengatakan, kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih ini memiliki nilai strategis, karena dunia sedang melihat Indonesia. Moeldoko juga meminta agar masyarakat tidak khawatir terhadap keamanan selama pelantikan. Ia mengimbau masyarakat tetap berkegiatan seperti biasa.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Sutarman yang menerima informasi akan adanya arak-arakan dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka, menyatakan siap melakukan pengamanan. "Kami sudah siapkan pagar betis, untuk pengamanan dari HI hingga ke Istana," kata Sutarman, dalam kesempatan yang sama.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi dan JK akan mengikuti arak-arakan dengan menggunakan kereta kencana seusai pelantikan mereka di gedung Parlemen. Adapun rute yang akan dilalui adalah sepanjang Jalan Sudirman, Thamrin, dan Medan Merdeka Barat, tepatnya dari Bundaran Semanggi menuju Istana Negara.

Setelah itu, relawan Jokowi-JK rencananya akan menggelar acara perayaan untuk menyambut Jokowi sebagai presiden. Acara yang berlangsung di Monas tersebut rencananya menampilkan sejumlah musisi dan band Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X