Kompas.com - 09/10/2014, 22:27 WIB
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia pada masa mendatang dinilai akan menghadapi rongrongan yang beragam terhadap kedaulatannya. Rongrongan terhadap kedaulatan NKRI semakin berkembang sesuai situasi dan kemajuan teknologi, yakni "proxy war".

"Tren proxy war, yakni kedua pihak tidak saling berhadapan, namun menggunakan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh. Itu harus diwaspadai," kata pengamat militer, Susaningtyas Kertopati atau Nuning, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Pemain proxy war, kata dia, mampu mengorganisasi sebuah konfrontasi antar-dua kekuatan dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari kontak secara langsung.

"Dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berakibat kehancuran fatal. Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa nonstate (bukan negara). Aktornya dapat berupa LSM, media massa, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan," kata Nuning.

Ia mencontohkan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan pemberontakan bersenjata, perjuangan diplomasi, sampai munculnya referendum.

"Itu merupakan contoh proxy war yang nyata," kata Nuning.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.