Kompas.com - 05/10/2014, 12:04 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menampik adanya keterlibatan Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Setya Novanto dalam beberapa kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengatakan, keperluan pemeriksaan Setya Novanto oleh KPK telah selesai.

"Kalau ada masalah kan pasti dipanggil lagi, dipanggil lagi. Tapi kan tidak ada, jadi bisa dipastikan, ya, sudah selesai," ujar Akbar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (5/10/2014).

Akbar mengatakan, ia pernah menanyakan langsung kepada Setya mengenai kabar tersebut. Menurut Setya, kata Akbar, semua keterangan dalam kesaksiannya kepada KPK terkait beberapa kasus korupsi sudah terpenuhi sehingga tidak perlu ditindaklanjuti.

"Dianggap jawabannya sudah diketahui dan dicatat KPK dan setelah itu tidak ada tindak lanjut. Dengan demikian, saya berpendapat masalahnya sudah selesai, mudah-mudahan," kata Akbar.

Menurut Akbar, tidak pelu ada evaluasi ulang atas dipilihnya Setya sebagai Ketua DPR. Akbar mengatakan, Bendahara Umum Partai Golkar tersebut telah ditetapkan secara konstitusional dengan berbagai pertimbangan penyeleksian.

"Itu sudah ditetapkan oleh mekanisme intern partai maupun oleh Dewan. Jadi secara formal, ya selesai," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyayangkan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Abraham menyebut Setya berpotensi memiliki masalah hukum. Setya beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah kasus dugaan korupsi.

Mantan Wakil Bendahara Partai Demokrat, M Nazaruddin, menyebutkan keterlibatan Setya dalam kasus proyek pengadaan KTP elektronik. Tak hanya itu, nama Setya juga disebut dalam perkara korupsi proyek pembangunan lapangan tembak PON Riau 2012, yang melibatkan Rusli Zainal, mantan Gubernur Riau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.