Kompas.com - 03/10/2014, 01:57 WIB
Sejumlah anggota DPR maju memprotes pimpinan sementara DPR Popong Otje Djunjunan bersama Ade Rizky Pratama dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR 2014-2019 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014). TRIBUN / DANY PERMANASejumlah anggota DPR maju memprotes pimpinan sementara DPR Popong Otje Djunjunan bersama Ade Rizky Pratama dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR 2014-2019 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorJodhi Yudono
Catatan Kaki Jodhi Yudono

Rasanya tak ada bangsa yang sekreatif bangsa kita, baik dalam soal seni, teknologi, politik, maupun yang bersifat iseng.

Dalam soal seni, karya-karya seni kita sudah diakui oleh dunia. Sebut saja, batik, keris, Candi Borobudur. Kita juga memiliki nama-nama kreator yang mendunia sejak zaman dulu, sebut saja Raden Saleh, Affandi, hingga yang mutakhir adalah pianis Ananda Sukarlan.

Dalam soal teknologi, siswa-siswa usia SLTA kita juga sudah banyak yang pandai membuat mobil atau piranti teknologi lainnya. Tetangga saya di desa di kawasan Wangon, Banyumas, hanya berbekal peralatan sederhana, mampu mengubah mesin slep padi menjadi mobil-mobil berbentuk kereta yang kini mulai menjamur di berbagai tempat sebagai mobil wisata.

Dalam bidang politik....
Wah, daftar kreativitas kita bisa sangat panjang, terutama yang terjadi belakangan ini, yakni menjelang berakhirnya DPR periode 2009-2014 dan saat sidang paripurna untuk memilih pimpinan DPR.

Para anggota dewan periode 2009-2014, di akhir masa jabatannya, melakukan kreativitas yang tak ketulungan hebatnya. Bayangkanlah saudara, tradisi yang sudah menjadi fatsun politik, bisa diubah dengan begitu mudahnya. Ya, tradisi memberi jabatan ketua bagi pemenang Pemilu, diubah menjadi siapa saja bisa jadi ketua asal dipilih mayoritas anggota DPR. Kebanggaan sebagai pemenang Pemilu, atau sama artinya sebagai partai yang dipilih oleh paling banyak rakyat, bisa tak berarti apa-apa jika sang pemenang tak kreatif menjalin kongkalikong dengan partai lainnya.

Seperti yang terjadi kali ini, lantaran PDI Perjuangan tak kreatif, dengan memberi janji, misalnya akan memberi jabatan menteri atau privillage kepada parpol yang tidak sevisi, maka, kendati menjadi pemenang PEMILU dan pemenang presiden, PDIP bisa ditekikung di tikungan. Walhasil, PDIP pun tak beroleh jabatan strategis di DPR maupun MPR.

Dan hasil kreativitas tersebut menemukan muaranya pada rapat Paripurna DPR-RI tanggal 2 Oktober 2014 dini hari, yang dihadiri 555 anggota itu pun memunculkan susunan pimpinan DPR sebagai berikut:
Ketua DPR : Setya Novanto ( Fraksi Partai Golkar), dan empat Wakil Ketua:
Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra)
Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat)
Fahri Hamzah (Fraksi PKS)
Taufik Kurniawan (Fraksi PAN)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kreativitas itu pun terus berlanjut. Atas nama penghematan biaya dan ekses negatif lainnya,  Pilkada Bupati, Walikota dan Gubernur, dibikin tak langung, alias dipilih oleh DORD. Maka sistem Pilkada langsung sebagai produk reformasi 1998, pun berhasil diubah oleh DPR menjadi Pilkada tak langsung. Waktu sepuluh tahun menjadi mubazir dan kita pun kembali ke masa Orde Baru, di mana kekuasaan tertinggi untuk memilih bupati, walikota, gubernur, berada di tangan DPRD.

Maka kita pun seperti memutar kembali film sejarah politik negeri ini. Kita menyaksikan kembali betapa para kepala daerah itu tak menghamba ke rakyat, melainkan menghamba kepada para anggota dewan. Rakyat menjadi hal yang tak begitu penting untuk diperhatikan, sebab, yang utama untuk diperhatikan adalah para anggota dewan yang terhormat. Merekalah yang harus diperhatikan, lahir dan batin.

Pilkada langsung maupun tak langsung memang masih bisa kita perdebatkan, tetapi bahwa kita sudah menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menguji Pilkada langsung, rasanya menjadi tergesa-gesa jika di akhir masa bakti DPR 2009-2014 mengubahnya menjadi Pilkada tak langsung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.