#ShameOnYouSBY Menghilang, Diganti #ShamedByYou - Kompas.com

#ShameOnYouSBY Menghilang, Diganti #ShamedByYou

Kompas.com - 28/09/2014, 03:11 WIB
YouTube Ketua Umum Partai Demokrat dalam tayangan youtube menyikapi UU Pilkada
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak Kamis (25/9/2014), tagar #ShameOnYouSBY yang muncul beberapa jam setelah DPR menjadikan kembali pemilihan kepala daerah dengan sistem tak langsung merajai kicauan Twitter, khususnya di Indonesia.

Namun, setelah menjadi trending topic, tagar #ShameOnYouSBY tiba-tiba "menghilang" dan digantikan #ShamedByYou. Tagar baru ini, yang jika dilihat merupakan kepanjangan akronim SBY, masih berisi kecaman terhadap keputusan Partai Demokrat yang melakukan walk out pada rapat paripurna beberapa hari lalu.

Sama seperti tagar terdahulu, #ShamedByYou ini juga langsung menduduki peringkat teratas trending topic di Indonesia dan Jakarta, bahkan sempat menjadi salah satu tren kicauan terpopuler kelima di seluruh dunia.

Hilangnya #ShameOnYouSBY sempat menjadi perhatian khusus para pengguna Twitter di Indonesia, misalnya yang disampaikan pengguna Twitter bernama Rita Wahyu.

"#ShameOnYouSBY hilang dari Trending. U can remove hashtag but u can never remove hw u made yr people feel #ShamedByYou," ujar @rita_wahyu.

Pengguna Twitter lainnya bahkan "menuding" SBY berada di belakang hilangnya #ShameOnYouSBY. "Well played Sir by removing #ShameOnYouSBY on TTWW, please walk the talk Sir #ShamedByYou," demikian kicauan @Goladies_an2.

Aktivis Fadjroel Rahman juga tak ketinggalan memberikan komentarnya menggunakan tagar baru ini. "We Will Not Be Silent!" ujar Fadjroel.

Sebelumnya, tagar #ShameOnYouSBY menghilang dari jagat Twitter dan diduga kuat sengaja dihapus Twitter karena kemungkinan dianggap memiliki konten yang menghina seseorang.

Meski tidak memiliki sensor otomatis, Twitter juga bisa menghapus atau menahan sebuah konten jika menerima permintaan dari pihak berwenang di sebuah negara.

Dan, seperti pendahulunya, #ShamedByYou juga langsung menduduki "peringkat puncak" trending topic Twitter di Indonesia dan Jakarta.


EditorErvan Hardoko

Close Ads X