Kompas.com - 27/09/2014, 18:36 WIB
Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani memimpin konsolidasi anggota DPR Fraksi PDIP sesaat sebelum voting pengesahan RUU Pilkada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2014). Voting tersebut menghasilkan pilkada dikembalikan lewat DPRD. Hasil menunjukkan sebanyak 226 anggota dewan memilih pilkada lewat pilihan DPRD, dan 135 orang memilih pilkada langsung, dari total yang mengikuti voting sebanyak 361 orang. TRIBUNNEWS/HERUDIN HERUDINKetua Fraksi PDIP, Puan Maharani memimpin konsolidasi anggota DPR Fraksi PDIP sesaat sebelum voting pengesahan RUU Pilkada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2014). Voting tersebut menghasilkan pilkada dikembalikan lewat DPRD. Hasil menunjukkan sebanyak 226 anggota dewan memilih pilkada lewat pilihan DPRD, dan 135 orang memilih pilkada langsung, dari total yang mengikuti voting sebanyak 361 orang. TRIBUNNEWS/HERUDIN
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Aria Bima mempertanyakan drama walk outyang dilakukan Partai Demokrat pada sidang pengesahan RUU Pilkada. Aria menilai ada sutradara yang sudah menyiapkan skenario akan sikap Demokrat itu.

Wakil Ketua Komisi VI itu mengungkapkan, kejanggalan terjadi lantaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat justru mengaku kecewa dengan pilihan walk out Fraksi Partai Demokrat.

"Saya nggak tahu hal yang menjadi kecewa karena apakah ini kepemimpinan yang sudah tidak diabaikan oleh fraksi struktural dan pemerintahannya, atau ada fraksi Partai Demokrat yang nakal, mensiasati perintah itu, berkongkalikong dengan kawan-kawan yang tidak setuju pilkada langsung," ujar Aria di Jakarta, Sabtu (27/9;2014).

Dia mengungkapkan, kecurigaan PDI-P akan skenario yang tengah dimainkan Demokrat bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, dia meragukan Fraksi Partai Demokrat bermain sendiri tanpa sepengetahuan SBY meski ketika voting dilakukan ada Ketua Fraksi Nurhayati Ali Assegaf dan Menteri Dalam Negeri Fauzi Gamawan hadir dalam sidang paripurna itu.

Sekretrais Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas bahkan mengawal sidang itu dari ruangan fraksi.

"Ini menurut saya drama yang perlu diketahui sutradaranya siapa. Apakah sutradaranya itu pimpinan fraksi, pemerintah, atau sekjen yang ada di situ atau pak SBY sendiri," ujar Aria.

Dia meyakini setelah kegagalan Koalisi Indonesia Hebat dalam pengesahan RUU Pilkada, Partai Demokrat masih memiliko sejumlah skenario. "Cerita ini belum selesai," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Imbau Umat Islam yang Mampu untuk Lakukan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui LAZ

Wapres Imbau Umat Islam yang Mampu untuk Lakukan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui LAZ

Nasional
Waketum Golkar Ajak Mantan Kader yang Belum Beruntung Bikin Partai Baru untuk Bergabung Lagi

Waketum Golkar Ajak Mantan Kader yang Belum Beruntung Bikin Partai Baru untuk Bergabung Lagi

Nasional
Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Nasional
Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Nasional
Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Nasional
Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Nasional
Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada 'Selamet-selametin'

Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada "Selamet-selametin"

Nasional
Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah 'Dibukain' Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah "Dibukain" Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Nasional
Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Nasional
Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Nasional
Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Nasional
OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Nasional
Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Nasional
Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.