Wantimpres Minta Menteri Agama Segera Pulangkan Warga Syiah Sampang

Kompas.com - 19/09/2014, 15:32 WIB
Anak-anak pengungsi Syiah Sampang dihibur dengan nyanyian dan permainan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (1/06/2013). KOMPAS.com/ TaufiqurrahmanAnak-anak pengungsi Syiah Sampang dihibur dengan nyanyian dan permainan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (1/06/2013).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Albert Hasibuan, meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin segera menyelesaikan permasalahan yang dialami warga Syiah di Sampang, Jawa Timur. Albert meminta agar warga Syiah di pengungsian dikembalikan ke kampung halamannya.

"Saya pergi ke Sampang dan saya katakan bahwa warga Syiah itu kembali ke rumah masing-masing sebagai tanda bahwa kasus itu selesai. Oleh Menteri, dikatakan bahwa beliau secara intensif berusaha menyelesaikan," ujar Albert seusai bertemu Lukman di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Menurut Albert, Lukman tengah menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah itu. Salah satunya ialah membuat perumahan tetap bagi warga Syiah. Albert mendukung rencana itu. Namun, Kementerian Agama belum bisa langsung melaksanakannya.

"Misalnya, dengan Syiah, dia harus bicara dengan Menpera, untuk membuat rumah," ucap mantan anggota Komnas HAM itu.

Sebelumnya, Lukman Hakim sudah mulai menjalin komunikasi dengan warga Syiah hingga para ulama terkemuka untuk mencari solusi atas konflik warga Syiah dengan penduduk setempat di Sampang. Lukman sepakat agar para warga Syiah yang kini diungsikan di rumah susun di Sidoarjo kembali ke kampung halamannya. Warga Syiah sudah mengungsi sejak Agustus 2012.

Namun, di sisi lain, ulama terkemuka di Jawa Timur meminta agar para warga Syiah kembali ke ajaran ahlusunnah wal jamaah sebelum kembali ke Sampang. Pasalnya, ajaran yang dipercaya warga Syiah dianggap jauh berbeda dari yang selama ini dimaknai warga Madura.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X