Menkominfo di Kabinet Jokowi Diharapkan dari Kalangan Jurnalis

Kompas.com - 18/09/2014, 07:14 WIB
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik. TRIBUN / DANY PERMANAPresiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik.
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, mendorong agar posisi Menteri Komunikasi dan Informatika diisi oleh orang yang memiliki latar belakang sebagai jurnalis. Boni mengaku tidak memiliki pilihan untuk mengusulkan nama-nama bakal calon menteri. Namun, jika dia berada dalam posisi sebagai Jokowi maka pilihan itu akan menjadi prioritas.

"Dari awal saya sudah bilang Pak Jokowi bahwa kita tidak akan campur soal nama, tetapi kalau posisi saya sebagai Pak Jokowi, tentu saya akan mengambil orang yang sudah terbukti melakukan perubahan di institusinya untuk memegang Kominfo ini," kata Boni di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Presiden terpilih Joko Widodo belum mengumumkan nama-nama menteri yang akan duduk dalam kabinet. Namun, sudah muncul beberapa nama potensial berdasarkan hasil penelusuran lembaga survei. Untuk jabatan Menkominfo yaitu Narliswandi, Agung Adiprasetyo, Dyah Kartika Rini Djoemadi, Suryopratomo, Syaiful Hadi, dan Niken Widhiastuti.

Nama terakhir merupakan Direktur Utama LPP RRI sekaligus Presiden Asia Pacific Institute For Broadcasting Development (AIBD). Boni menilai sosok Niken tidak diragukan lagi. Niken memiliki gagasan, terobosan yang bagus, latarnya belakang jurnalis, dan berintegritas sehingga dianggap sangat layak menggantikan Tifatul Sembiring. "Maka, Ibu Niken misalnya saya akan angkat jadi menteri kalau saya adalah Pak Jokowi," katanya.

Menurut pendiri Indonesian Research & Survey (IReS) Usamah Hisyam, sangat terbuka nama Niken dimasukkan dalam kabinet Jokowi-JK sepanjang yang bersangkutan benar-benar mau melaksanakan visi dan misi serta program kerja yang telah dicanangkan oleh Jokowi serta mempunyai kapasitas pada bidang departemental.

"Tentu ini merupakan hak prerogatif presiden terpilih karena itu peraturan perundang-undangan dan mereka yang unggul dalam survei ini belum tentu terpilih, sebaliknya yang hasil survei namanya di belakang bila memang dilihat punya kapasitas bisa bekerja sama maka sangat mungkin juga dipilih," papar dia.

IReS merilis 190 nama bakal calon menteri hasil survei yang dilakukan di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Semua nama yang masuk dalam survei ini memiliki beberapa kriteria penting yang menjadi fokus presiden terpilih Joko Widodo, terutama sense of crisis. Nama-nama dari masing-masing kementerian postur kabinet ini merupakan masukan dari tokoh kunci yang berada di lingkaran Jokowi.

Dari lima nama tersebut, survei memilih satu nama terbaik dengan persentase tertinggi pada setiap kementeriannya. "Yang ranking satu sangat mungkin tidak terpilih. Bakal terjadi perubahan dan pergeseran. Karena itu adalah hak prerogatif presiden terpilih Jokowi," kata Usamah.

Dengan mengumumkan bakal calon menteri hasil survei IReS ini, Usamah menyampaikan pesan Jokowi bahwa dari nama-nama yang muncul harus dicermati oleh masyarakat. "Sehingga ada masukan terbuka kepada presiden terpilih sebelum dilantik," tambahnya.

Survei sendiri menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4 persen. Survei ini disebarkan pada 21 Agustus hingga 3 September. Sampling survei ini dilakukan terhadap 600 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, dosen, birokrat minimal tingkat eselon IV, tokoh LSM, anggota DPRD, purnawirawan, pengusaha, dan pemuka agama di 33 provinsi seluruh Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penggunaan Dana Desa Hingga 25 Oktober 2020 Capai Rp 34,756 triliun

Penggunaan Dana Desa Hingga 25 Oktober 2020 Capai Rp 34,756 triliun

Nasional
Satgas Bagikan Tips Liburan Aman dari Covid-19

Satgas Bagikan Tips Liburan Aman dari Covid-19

Nasional
Epidemiolog Duga Vaksin Digembar-gemborkan demi Percepatan Ekonomi

Epidemiolog Duga Vaksin Digembar-gemborkan demi Percepatan Ekonomi

Nasional
Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Nasional
Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Nasional
KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

Nasional
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

Nasional
Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Nasional
Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Nasional
Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Nasional
Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Nasional
Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Nasional
Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

Nasional
Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

Nasional
Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X