Idrus Tuding Media dan Lembaga Survei di Balik Penolakan Pilkada oleh DPRD

Kompas.com - 17/09/2014, 22:51 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. Kompas.com/SABRINA ASRILSekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih, Idrus Marham, menuding media massa dan lembaga survei berada di balik pembentukan opini yang seolah-olah membuat rakyat menolak pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurut dia, media massa dan lembaga survei mempunyai kepentingan agar pilkada tetap dipilih secara langsung oleh rakyat.

Media massa, kata Idrus, tidak akan mendapatkan iklan dan berita jika pilkada dipilih oleh DPRD. Pasalnya, proses kampanye yang biasanya menarik banyak iklan dan berita dalam pilkada langsung sudah ditiadakan. Adapun lembaga survei, kata dia, tak akan lagi dipakai jasanya untuk melakukan survei terhadap masyarakat.

"Media dan lembaga survei bisa tutup kalau tidak ada pilkada secara langsung," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar ini, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (17/9/2014) malam.

Menurut Idrus, pilkada langsung selama ini telah mendatangkan banyak kerugian terhadap masyarakat. Kerugian itu di antaranya pemborosan anggaran, politik uang, hingga konflik horizontal. Hal ini, lanjut dia, menjadi alasan Koalisi Merah Putih ingin pilkada dikembalikan kepada DPRD.

"Akhirnya, Koalisi Merah Putih menegaskan pilkada melalui DPRD pilihan terbaik," ujar dia.

Idrus mengakui, pilkada melalui DPRD juga memiliki kekurangan. Namun, menurut Idrus, kekurangan itu tidak sebanding dengan kekurangan jika pilkada tetap diadakan secara langsung.

"Paling yang rugi itu yang buat baju, poster, spanduk, untuk alat peraga kampanye," ujarnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X