Aksa Mahmud Sebut Golkar Berpeluang Masuk Kabinet di Tengah Jalan - Kompas.com

Aksa Mahmud Sebut Golkar Berpeluang Masuk Kabinet di Tengah Jalan

Kompas.com - 16/09/2014, 12:19 WIB
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Aksa Mahmud (kanan), saat menghadiri acara deklarasi dukungan kyai kampung di Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember, Jawa Timur, Kamis (29/5/2014) petang.

JAKARTA, KOMPAS.com- Politisi senior Partai Golkar, Aksa Mahmud, mengatakan partainya bisa saja masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun, Aksa menyebutkan bahwa Golkar akan bergabung di tengah jalan setelah partai itu menyelenggarakan musyawarah nasional tahun depan.

"Ya, bisa saja. Kami kan sama ketua sekarang ini, tidak mengharapkan (di luar pemerintahan). Tapi tentu kalau sudah munas, ada (peluang)," ujar Aksa, Senin (15/9/2014) di Jakarta.

Menurut Aksa, pemerintahan Jokowi-JK tidak akan menutup bergabungnya partai baru ke dalam pemerintahan. Kendati demikian, Aksa mengaku tidak akan memaksakan kehendak dengan mendesak digelarnya munas. "Terserah dia (Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, red) kapan mau dilakukan munas," kata pemilik grup bisnis Bosowa itu.

Adik ipar Jusuf Kalla itu mengatakan, sebelum Golkar resmi bergabung ke pemerintahan, para kader partai berlambang pohon beringin itu tetap dimungkinkan bergabung ke kabinet Jokowi-JK. Aksa melihat kader Golkar juga banyak yang profesional di bidangnya sehingga layak menjadi menteri.

Hanya saja, dia menegaskan kader Golkar yang masuk kabinet harus siap menerima sanksi pemecatan. "Enggak ada masalah, paling dia dipecat kayak Nusron, Agus Gumiwang. Mereka kan siap dipecat untuk pilihannya," kata Aksa.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X