Jero Wacik Resmi Mengundurkan Diri sebagai Menteri ESDM

Kompas.com - 05/09/2014, 17:04 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, beberapa waktu lalu. KPK menetapkan politisi Partai Demokrat itu menjadi tersangka pada Rabu (3/9/2014) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan proyek di Kementerian ESDM 2011-2013. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, beberapa waktu lalu. KPK menetapkan politisi Partai Demokrat itu menjadi tersangka pada Rabu (3/9/2014) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan proyek di Kementerian ESDM 2011-2013.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Jero Wacik akhirnya resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Surat pengunduran diri Jero sudah diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (5/9/2014) pagi ini.

"Surat pengunduran diri Pak Jero sudah diterima Presiden pagi tadi," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta, seusai sidang kabinet paripurna, Jumat.

Julian menuturkan, pengumuman pengunduran diri Jero itu disampaikan Presiden dalam sidang kabinet yang tak dihadiri Jero. Ketidakhadiran Jero, sebut Julian, disebabkan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sudah mundur dari kabinet.

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, Presiden akan mengangkat menteri ESDM ad interim sampai pemerintahan berakhir pada 20 Oktober mendatang.

"Soal siapa yang ditunjuk, kami tunggu putusan Presiden karena beliau yang paling berwenang. Mungkin awal minggu depan sudah ada penggantinya," ucap Chairul.


Jero disangka melakukan pemerasan. Menurut KPK, nilai uang yang diduga diterima Jero sekitar Rp 9,9 miliar. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Jero, termasuk pencitraan. Uang itu juga ada yang digunakan untuk pihak lain.

Setelah dilantik menjadi Menteri ESDM, menurut KPK, Jero meminta besaran dana operasional menteri (DOM) ditambah. Jero juga diduga memerintahkan anak buahnya untuk mengupayakan penambahan tersebut.

Salah satu cara yang diperintahkan untuk meningkatkan dana operasional menteri itu adalah dengan menggelar rapat-rapat yang sebagian besar merupakan rapat fiktif. Selain itu, ada juga cara berupa pengumpulan dana dari rekanan proyek di Kementerian ESDM.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X