Kompas.com - 04/09/2014, 17:14 WIB
Makam Nabi Muhammad terletak di dalam Masjid Nabawi, Medinah. BBCMakam Nabi Muhammad terletak di dalam Masjid Nabawi, Medinah.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, rencana pemindahan makam Nabi Muhammad yang saat ini menjadi pertentangan adalah suatu hal yang tidak benar. Hal tersebut juga dibantah Duta Besar Arab Saudi di Indonesia Musthafa Ibrahim al-Mubarak.

"Jelas bahwa berita tentang pemindahan makam Nabi Muhammad itu tidak benar," ujar Lukman, di Kementrian Agama, Kamis (4/9/2014).

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi, Kamis siang, Lukman menuturkan permasalahan rencana pemindahan makam Nabi Muhammad, yang mengakibatkan sejumlah tokoh dan pemuka agama Islam di Indonesia mengeluarkan pernyataan penolakan yang cukup keras.

"Untuk lebih jelas, maka klarifikasi yang paling pas adalah pemerintah Arab Saudi, melalui duta besar," kata Lukman.

Dalam pembicaraan tersebut, menurut Lukman, Duta Besar Arab Saudi membantah sepenuhnya bahwa beredarnya isu tersebut berasal dari pemerintah Arab Saudi.

"Bisa jadi itu adalah fitnah yang tidak semestinya dipublish ke masyarakat," ujar Lukman saat menirukan ucapan duta besar Arab Saudi.

Lukman mengatakan, Duta Besar Arab Saudi mengimbau agar masyarakat Indonesia, khususnya ormas dan pemuka agama Islam agar tidak terpancing emosi, dan mengetahui klarifikasi yang sebenarnya. Rumor pemindahan makam atas usulan seorang akademisi Arab Saudi itu muncul di media, antara lain di harian The Independent, yang kemudian dikutip sejumlah media lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumor pemindahan makam atas usulan seorang akademisi Arab Saudi tersebut, muncul di media Inggris "The Independent", yang kemudian dikutip sejumlah media lain. Makam tersebut terletak di Masjid Nabawi, kota Madinah, Arab Saudi. Usulan itu menyebutkan bahwa jenazah Nabi Muhammad akan dipindahkan ke makam tak bertanda di pemakaman Al-Baqi di Madinah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Nasional
Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Nasional
Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Nasional
Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Nasional
Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Nasional
TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

Nasional
Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Nasional
Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Nasional
PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

Nasional
TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

Nasional
Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Nasional
Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Nasional
TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X