Ketua DPP PAN Sebut Pertemuan Hatta dan Jokowi untuk Pertegas PAN Beroposisi

Kompas.com - 02/09/2014, 15:27 WIB
Hatta Rajasa (berbaju gelap, berdiri di belakang) tampak di teras rumah Surya Paloh, di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Senin (1/9/2014) malam. Mengetahui kehadiran wartawan, Hatta berbalik masuk kembali ke dalam rumah. Seorang juru kamera stasiun televisi swasta sempat merekam kehadiran Hatta di teras rumah itu. KOMPAS.COM/INDRA AKUNTONOHatta Rajasa (berbaju gelap, berdiri di belakang) tampak di teras rumah Surya Paloh, di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Senin (1/9/2014) malam. Mengetahui kehadiran wartawan, Hatta berbalik masuk kembali ke dalam rumah. Seorang juru kamera stasiun televisi swasta sempat merekam kehadiran Hatta di teras rumah itu.
Penulis Febrian
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional Taslim Chaniago menegaskan pertemuan antara Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan presiden terpilih Joko Widodo di kediaman Ketua Umum Nasdem Surya Paloh tidak untuk melakukan upaya merapat ke kubu Jokowi-JK. Ia justru mengatakan pertemuan yang dilangsungkan secara tertutup tersebut untuk menegaskan sikap PAN untuk tetap berada di Koalisi Merah Putih sebagai kubu penyeimbang pemerintahan. 

"Bukan tanda-tanda mau merapat, tapi mau menjauh itu, kalau bertemu dulu nanti kan bisa menjauh, dalam rangka mempertegas posisi PAN," kata Taslim di komplek Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Taslim juga menyebutkan bahwa keputusan PAN untuk bergabung dengan Partai Gerindra di Koalisi Merah Putih untuk menghadapi Pilpres 2014 diambil melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Untuk itu, kalau pun PAN akan berubah haluan, juga harus melewati pembahasan di Rakernas.

Lebih jauh, Taslim menyebut, PAN tidak akan melakukan Rakernas dalam waktu dekat ini.

"Tidak ada pembicaraan PAN untuk Rakernas keluar dari koalisi merah putih," ujar Taslim.

Namun, bila ada tawaran kepada PAN untuk mengisi posisi di kabinet,menurut Taslim partainya akan mempertimbangkan apakah posisi yang ditawarkan cocok. Karena ia menyadari untuk pengisian posisi di kabinet adalah hak prerogatif dari Jokowi sebagai presiden terpilih.

Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendes Sebut Peraturan Prioritas Dana Desa Dikeluarkan Mengacu pada Amanat Presiden

Mendes Sebut Peraturan Prioritas Dana Desa Dikeluarkan Mengacu pada Amanat Presiden

Nasional
UPDATE 21 September: Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 2.950.173

UPDATE 21 September: Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 2.950.173

Nasional
Polisi Janji Tindak Tegas Pelanggar Maklumat Kapolri soal Pilkada

Polisi Janji Tindak Tegas Pelanggar Maklumat Kapolri soal Pilkada

Nasional
PP Muhammadiyah Minta DPR Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja

PP Muhammadiyah Minta DPR Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 21 September: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

UPDATE 21 September: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Ini Alasan Polri Tak Hadiri Sidang Praperadilan Irjen Napoleon

Ini Alasan Polri Tak Hadiri Sidang Praperadilan Irjen Napoleon

Nasional
Jusuf Kalla Sebut Partisipasi Pemilih Bisa Turun jika Paksakan Pilkada Saat Pandemi

Jusuf Kalla Sebut Partisipasi Pemilih Bisa Turun jika Paksakan Pilkada Saat Pandemi

Nasional
UPDATE 21 September: Tambah 124, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 9.677 Orang

UPDATE 21 September: Tambah 124, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 9.677 Orang

Nasional
Waketum PKB: Pilkada Tidak Perlu Ditunda, Rakyat Akan Menderita

Waketum PKB: Pilkada Tidak Perlu Ditunda, Rakyat Akan Menderita

Nasional
KPU akan Batasi Jumlah Akun Medsos Kampanye Peserta Pilkada 2020

KPU akan Batasi Jumlah Akun Medsos Kampanye Peserta Pilkada 2020

Nasional
UPDATE: 21 September: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Mencapai 180.797

UPDATE: 21 September: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Mencapai 180.797

Nasional
Bertambah 4.176, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian Covid-19 Tertinggi

Bertambah 4.176, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian Covid-19 Tertinggi

Nasional
Ketua MPR Minta Pemerintah Terbitkan Perppu untuk Perkuat Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Ketua MPR Minta Pemerintah Terbitkan Perppu untuk Perkuat Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Nasional
Ini Tiga Menteri Jokowi yang Positif Covid-19

Ini Tiga Menteri Jokowi yang Positif Covid-19

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.176, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 248.852

UPDATE: Bertambah 4.176, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 248.852

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X