Wayan Koster Kembali Diperiksa KPK - Kompas.com

Wayan Koster Kembali Diperiksa KPK

Kompas.com - 02/09/2014, 11:14 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN I Wayan Koster dari (Fraksi PDI-P) memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (11/2/2013). Tampak I Wayan Koster sedang menunggu panggilan di lobbi KPK. Koster diperiksa sebagai saksi tersangka dalam kasus Hambalang Andi Alfian Mallarangeng dan Deddy Kusdinar.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Koster. Kali ini, Wayan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Muhtar Ependy, terkait sangkaan menghalangi dan merintangi persidangan serta memberikan keterangan tidak benar.

"Ya, diperiksa sebagai saksi untuk Muhtar Ependy," kata Wayan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Wayan tiba sekira pukul 09.00 WIB. Pria yang mengenakan kemeja batik berwarna merah itu datang seorang diri saat memasuki ruang tunggu.

Wayan pernah diperiksa KPK sebagai saksi bagi beberapa tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor, serta Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso.

Selain Wayan, KPK juga memeriksa pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer; seorang ibu rumah tangga bernama Liza Merliani Sako dan Hajah Aisyah pensiunan guru Sekolah Dasar.

Muhtar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan keterangan yang tidak benar dalam persidangan. Ia pernah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus suap pengurusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi untuk terdakwa mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

Saat bersaksi, Muhtar mencabut keterangannya yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan ketika diperiksa KPK. Muhtar mengaku kepada majelis hakim bahwa semua keterangan dalam BAP disampaikannya dalam kondisi tertekan dan terancam.

Dia mengaku mendapatkan ancaman dan teror dari beberapa calon kepala daerah serta sejumlah pihak lainnya. Menurut Muhtar, ia disangka makelar oleh para kepala daerah tersebut dalam pengurusan sengketa pilkada di MK.

Muhtar juga diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang yang menjerat Akil. KPK pernah menyita puluhan mobil dan sepeda motor dari Muhtar.

Atas tindakan tersebut, Muhtar dikenakan sangkaan Pasal 21 dan Pasal 22 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Terkini Lainnya

Pelaku Pelempar Pos Lantas di Lamongan Pernah Menghuni Lapas Madiun

Pelaku Pelempar Pos Lantas di Lamongan Pernah Menghuni Lapas Madiun

Regional
Kata Timses, Jokowi-Ma'ruf Akan Lanjutkan Kerja Sama dengan China

Kata Timses, Jokowi-Ma'ruf Akan Lanjutkan Kerja Sama dengan China

Nasional
Tiga Jam Razia Pajak Kendaraan, Petugas Dapati Tunggakan Rp 171 Juta

Tiga Jam Razia Pajak Kendaraan, Petugas Dapati Tunggakan Rp 171 Juta

Megapolitan
Polisi dan Warga di Rusia Padamkan Kebakaran dengan Lempar Bola Salju

Polisi dan Warga di Rusia Padamkan Kebakaran dengan Lempar Bola Salju

Internasional
Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

Internasional
Anggaran Pembebasan Lahan Ditolak, Proyek MRT Fase II Terancam Molor

Anggaran Pembebasan Lahan Ditolak, Proyek MRT Fase II Terancam Molor

Megapolitan
Tanggapan Warga dan Pengendara terhadap Sistem Satu Arah di Cipayung

Tanggapan Warga dan Pengendara terhadap Sistem Satu Arah di Cipayung

Megapolitan
Kisah Hamzah, 8 Tahun Kayuh Becak Pakai Topeng hingga Berhasil Jadi Sarjana

Kisah Hamzah, 8 Tahun Kayuh Becak Pakai Topeng hingga Berhasil Jadi Sarjana

Regional
Jubir Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Sebut Ada Upaya Kriminalisasi terhadap KY

Jubir Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Sebut Ada Upaya Kriminalisasi terhadap KY

Nasional
Presiden Diminta Segera Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Presiden Diminta Segera Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Nasional
Truk Tangki Tabrak Rumah, Minyak Sawit yang Dimuat Tumpah Cemari Lingkungan

Truk Tangki Tabrak Rumah, Minyak Sawit yang Dimuat Tumpah Cemari Lingkungan

Regional
Prabowo: Saya Ingin Anak Muda Jadi Pemilik Perusahaan, Bukan Jadi Kuli

Prabowo: Saya Ingin Anak Muda Jadi Pemilik Perusahaan, Bukan Jadi Kuli

Nasional
Polisi Buru Kurir Ganja yang Tinggalkan Motornya Saat Terjaring Razia

Polisi Buru Kurir Ganja yang Tinggalkan Motornya Saat Terjaring Razia

Megapolitan
Sanksi Dihapus, Penerimaan PKB Jakut Diprediksi Capai Target

Sanksi Dihapus, Penerimaan PKB Jakut Diprediksi Capai Target

Megapolitan
Rusia Berencana Kirim Astronaut ke Bulan Awal Tahun 2030-an

Rusia Berencana Kirim Astronaut ke Bulan Awal Tahun 2030-an

Internasional

Close Ads X