Ini Alasan Busyro Kembali Calonkan Dirinya sebagai Pimpinan KPK

Kompas.com - 01/09/2014, 14:16 WIB
Pimpinan KPK Zulkarnain, Abraham Samad dan Busyro Muqoddas (kiri ke kanan) menghadiri rapat dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda diantaranya perkembangan proses penyidikan pasca ditetapkannya BM dan SF sebagai tersangka Kasus Bank Century dan rencana pemeriksaan saksi-saksi. KOMPAS/RIZA FATHONIPimpinan KPK Zulkarnain, Abraham Samad dan Busyro Muqoddas (kiri ke kanan) menghadiri rapat dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda diantaranya perkembangan proses penyidikan pasca ditetapkannya BM dan SF sebagai tersangka Kasus Bank Century dan rencana pemeriksaan saksi-saksi.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengaku kembali mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK menjelang berakhirnya masa tugasnya pada Desember 2014. Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak.

"Iya, (mencalonkan diri) atas permintaan dan dorongan beberapa kalangan," ujar Busyro ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (1/9/2014).

Busyro mengatakan, ia mulai mempertimbangkan dorongan tersebut sejak Jumat (29/8/2014). Kemudian, baru tadi pagi, Busyro mengambil keputusan untuk mendaftar seleksi. (Baca: Pansel: Busyro Kembali Mendaftar Jadi Pimpinan KPK)

"Mulai Jumat lalu, saya mulai menimbang-nimbang untuk menghormati mereka dan akhirnya tadi pagi saya ambil keputusan," kata Busyro.

Namun, Busyro enggan menyebutkan, kalangan mana saja yang mendukungnya kembali menempati posisi pimpinan KPK. Ia mengatakan, tidak ada kepentingan apa pun dalam dukungan orang-orang tersebut.

"Lebih elok jika saya tidak menyebut mereka karena mereka juga tulus. Tidak ada pretensi apa-apa, apalagi conflict of interest," ujar Busyro.

Sebelumnya, Busyro mengaku belum mengambil keputusan apakah dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK atau tidak. Jika tidak mendaftarkan diri lagi menjadi calon pimpinan KPK, kata Busyro, ia ingin kembali ke kampus dan melanjutkan kariernya sebagai dosen.

KPK berpendapat, tak perlu ada seleksi calon pimpinan KPK untuk mengisi posisi wakil ketua setelah masa tugas Busyro habis. KPK merasa bisa bekerja, meski hanya dengan empat pimpinan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X