Kasus "Obor Rakyat", Polri Tunggu Celah Waktu Jokowi untuk Periksa

Kompas.com - 28/08/2014, 13:19 WIB
Ratusan eksemplar tabloid obor rakyat dibakar oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/6/2014) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoRatusan eksemplar tabloid obor rakyat dibakar oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/6/2014)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian RI sampai saat ini masih belum memeriksa presiden terpilih Joko Widodo sebagai saksi korban dalam kasus tabloid Obor Rakyat. Polri masih mencari celah waktu di tengah kesibukan Jokowi, baik sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun presiden terpilih.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan, tim penyidik Polri telah berkoordinasi dengan tim Jokowi agar dapat mengagendakan pemeriksaan terhadapnya. Polri tidak dapat menentukan kapan proses pemeriksaan itu akan berlangsung.

"Sangat tergantung beliau (Jokowi). Menurut informasi, saat ini penyidik kami masih berkoordinasi dengan tim beliau agar dapat segera diperiksa," kata Ronny seusai menghadiri kegiatan peluncuran buku Bhayangkara di Bumi Cendrawasih di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kamis (28/8/2014).

Ronny menambahkan, pemeriksaan terhadap Jokowi tidak perlu dilaksanakan di kantor Badan Reserse Kriminal Polri. Penyidik dapat memeriksa Jokowi di kantor ataupun di kediamannya untuk menggali informasi yang diperlukan.

"Yang perlu dikoordinasikan utamanya mendapat berita acara korban, selama mekanisme itu tidak menyalahi aturan UU. Dengan demikian, sekarang sangat bergantung pada koordinasi antara penyidik dan timses beliau," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X