Boni Hargens: Ada Pihak yang Tak Ingin Kantor Transisi Dimasuki Relawan Kritis

Kompas.com - 27/08/2014, 17:51 WIB
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens KOMPAS. com/Indra AkuntonoDirektur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, menduga, ada pihak-pihak tertentu di dalam koalisi partai pengusung Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tak ingin Kantor Transisi dimasuki oleh relawan kritis. Mereka khawatir jika apa yang mereka inginkan tak dapat terealisasi karena ada pertentangan dari para relawan.

"Saya menduga kuat ada politisi yang bermain. Ada politisi korup yang ingin relawan supaya tidak mencerca cacat di belakang mereka yang tidak baik," kata Boni saat dijumpai di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Boni mengungkapkan, kedatangan sejumlah relawan ke Kantor Transisi pada Senin (25/8/2014) lalu memiliki tujuan yang baik. Selain ingin bersilaturahim, para relawan ingin ikut ambil bagian dalam proses penyusunan dokumen strategis pemerintahan yang ditugaskan Jokowi-JK kepada tim transisi.

Namun, rupanya, kata dia, ada pihak-pihak tertentu yang memolitisasi kedatangan mereka tersebut. Pihak itu, kata dia, menyebut jika para relawan meminta porsi agar diikutsertakan di dalam tim transisi.

"Kita mempertanyakan janji Jokowi yang mengajak relawan untuk ikut membantu dalam pemerintahan, itu gimana sekarang belum dilibatkan," ujarnya.

Tanpa menyebut nama, Boni mengungkapkan, upaya menghalangi relawan untuk ikut andil di dalam tim transisi berasal dari kalangan salah satu elite parpol pengusung Jokowi-JK.

"Oknumnya mengarah kepada salah satu figur pimpinan partai koalisi pengusung Jokowi," ujarnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X